Kenapa Harus Telur Gurami Dan Bukan Lainnya?

Senin, 21 Desember 2020

Penulis :

Irawan Hardiatmono, S.Pi. (1)

NIP. 197305052009011011

Pengawas Perikanan Ahli Muda Bidang Pembudidayaan Ikan (1)

Arif Muttaqin, S.Pi (2)

NIP. 19820925 200901 1 008

Pengendali Hama dan Penyakit Ikan Ahli Muda

 

Sebagian masyarakat mungkin berpikir bahwa  budidaya ikan harus memiliki hamparan yang luas,  modal yang melimpah, waktu yang longgar dan alasan-alasan  lainnya. Itu adalah kondisi yang ideal, tetapi mungkin kita akan kesulitan untuk mewujudkannya jika berpatokan pada hal tersebut.

Banyak alternatif pilihan usaha di bidang budidaya perikanan yang tidak memerlukan lahan luas, modal banyak dan tidak menyita waktu, salah satu jawabannya adalah usaha pembenihan gurami.

How…. What…… Why……, dengan modal bak plastik diameter 50 cm kita sudah bisa memulai usaha. Adalah salah satu usaha yang punya resiko relatif kecil jika kita sudah memiliki ilmunya, memiliki prospek yang cerah karena kebutuhan benih gurami semakin tinggi seiring dengan konsumsinya yang terus mengalamami peningkatan dari tahun ke tahun.

Pemeliharaan gurami dikenal dengan pemeliharaan sepenggal, artinya kita bisa memelihara ikan gurami sampai dengan  fase-fase pertumbuhan tertentu yang sudah menjadi kesepakatan umum, semisal ukuran gabah (panjang 1-2 cm), kuku (2-4 cm), silet (4-6 cm), korek (6-8 cm), bungkus rokok surya (75-100 gr/ekor), tinggal kita menyesuaikan dengan lokasi yang kita miliki. Jika lahan kita sempit cukup memeliharanya sampai dengan ukur gabah atau silet, jika lahan yang kita miliki cukup luas bisa dibesarkan lagi sampai ukuran korek dan seterusnya dan tentunya keuntungan yang kita peroleh akan lebih besar lagi.

Saat ini harga telur gurami berkisar Rp. 100/butir, jadi kalau kita membeli 5.000 telur hanya mengeluarkan  uang sebesar 500 ribu rupiah dan dua buah bak plastik sebagai wadahnya. Telur gurami memiliki diameter 1-2 mm (oil globulin) sehingga telur akan mengapung di permukaan. Setiap hari kita harus membuang minyaknya untuk menjaga ketersediaan O2 dan kualitas air sehingga proses penetasan telurnya memiliki prosentase keberhasilan tinggi.  Kemudian membuang telur bonor yang dicirikan dengan warna kuning keputihan. Setelah kurang lebih 9-11 hari telur gurami akan menjadi larva dengan ciri warna  badan coklat kehitaman dan bagian perut putih, bentuk tubuh  normal, gerakan/perilaku cenderung bergerombol, berenang aktif dan responsif terhadap rangsangan luar. Benih ini mempunyai berat 0,5 gram dan panjang 0,5 cm. Pada saat ini hendaknya dipindahkan ke kolam yang lebih besar dan setelah pemeliharaan satu bulan dapat mencapai berat 1 gram, panjang 1 – 2 cm dengan pakan alami (zooplanton), cacing sutera/ tubifex, moina/kutu air, Kemudian jika ingin dibesarkan lagi menjadi ukuran 2 – 4 cm (kuku) dengan berat 5 gram dapat diberikan pakan : daphnia/kutu air, cacing sutera, dan pelet halus.  Untuk pemberian pellet 20% bobot biomass, frekuensi pemberian 4 kali/hari.

Silahkan mencoba dan berdiskusi bersama kami untuk kemajuan perikanan budidaya.

 

DAFTAR PUSTAKA

SNI 01-6485.2-2-2000. 2000. Produksi Benih Ikan Gurame (Osphronemus goramy, Lac) Kelas Benih Sebar. Departemen Kementerian Kelautan dan Perikanan. Jakarta.

SITUASI PENYAKIT BRUCELLOSIS PADA SAPI PERAH PETERNAKAN RAKYAT DI KABUPATEN BLITAR Dukung Operasi Pasar Disnakkan Kabupaten Blitar Siapkan 2.000 Paket Telur dan Produk Ikan PENTINGNYA VAKSINASI PADA HEWAN PELIHARAAN WASPADAI PENYAKIT BRUCELLOSIS PADA SAPI Kunjungan Kerja Bupati dan Wakil Bupati Blitar Hj. Rini Syarifah, A.Md dan H. Rahmat Santoso, S.H, M.H di Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Blitar
Dinas Peternakan dan Perikanan
Alamat : Jl. Cokroaminoto No.22, Kepanjen Lor, Kec. Kepanjenkidul, Kota Blitar, Jawa Timur 66117
E-mail : | Phone: (0342) 801136