BUDIDAYA JANGKRIK PADA KEMITRAAN DI KABUPATEN BLITAR

Oleh

Tuhu Aneng Pambudi, S.Pt

 

Pandemi Covid-19 benar-benar membuat seluruh lapisan masyarakat ikut terdampak, terlebih lagi masyarakat kurang mampu yang kondisinya tentu semakin terpuruk. Dalam upaya mencegah dampak pandemi terhadap ekonomi masyarakat serta mempercepat penanganan kemiskinan di Kabupaten Blitar, maka salah satu kegiatan yang dilakukan adalah dengan memberikan keterampilan kerja kepada masyarakat miskin dalam bentuk pelatihan budidaya jangkrik. Disamping memberikan pelatihan, fasilitasi dengan mitra usaha jangkrik juga dilakukan agar masyarakat tidak kesulitan dalam pemasaran hasil budidayanya. Salah satu alasan mengapa budidaya jangkrik dipilih adalah karena tidak memerlukan modal yang besar dan tidak memerlukan tempat yang luas, berbeda dengan budidaya ternak ruminansia maupun unggas. Disamping itu penghasilan yang didapat nantinya juga cukup dapat membantu untuk menambah penghasilan keluarga.

Budidaya jangkrik sebagaimana dituturkan oleh bapak Wahyu dari mitra usaha Semoga Berkah Jangkrik tidaklah sulit dilakukan oleh pemula, asalkan mengikuti petunjuk dan aturan dari mitra usaha. Pembudidaya terlebih dahulu harus mempersiapkan kotak jangkrik sesuai standar yang telah ditentukan oleh mitra usaha yaitu dengan dimensi panjang 240 cm, lebar 120 cm dan tinggi 60 cm. Telur jangkrik merupakan komponen terpenting yang perlu dipersiapkan. Telur jangkrik akan dipersiapkan oleh mitra usaha sesuai dengan kebutuhan dan kapasitas kotak jangkrik. Tiap kotak akan diisi telur jangkrik sebanyak 500 gr yang kemudian telur-telur tersebut akan menetas dan berkembang menjadi jangkrik dewasa.

Tempat pertumbuhan dan perkembangbiakan jangkrik menggunakan eggtray bekas ayam petelur. Tiap kotak minimal disiapkan 2 ikat eggtray bekas. Eggtray bekas dipilih karena masih mengandung sisa-sisa pakan maupun bahan organik dari budidaya ayam petelur dimana media ini sangat baik untuk perkembangan jangkrik. Eggtray jangkrik akan ditambah sesuai dengan kebutuhan dan perkembangan jangkrik di dalam kotak.

Pemberian pakan dibagi menjadi dua tahap, tahap pertama ketika telur baru menetas hingga umur 15 hari. Pada umur ini pakan yang diberikan umumnya menggunakan pakan jadi ayam fase starter berbentuk mash (tepung). Tahap kedua umur 16-30 hari/panen menggunakan pakan puyuh berbentuk mash. Adapun pakan alternatif yang bisa digunakan untuk menekan biaya produksi saat harga jangkrik murah adalah kedelai halus.

Tahap selanjutnya adalah penataan tempat. Eggtray bekas ayam petelur yang sudah siap ditata di dalam kotak berjajar secara rapi dan bertumpuk ke atas sebagai tempat perkembangan jangkrik. Telur jangkrik yang telah siap menetas selanjutnya ditaburkan di atas koran. Pemberian pakan yang telah dilembutkan ditabur merata di atas eggtray, selanjutnya diberikan perutan pepaya muda di bagian atas secara merata. Parutan pepaya juga berfungsi sebagai pengganti minum jangkrik.

Pemberian lampu pada usia 3 hari setiap kotak diberi lampu yang berfungsi untuk menghangatkan jangkrik di malam hari, minimal 2 lampu tiap kotak. Pada umur 10 hari keatas, pakan ditempatkan pada wadah yang berukuran kurang lebih 15-20 cm. Ditambahkan pula batang pohon pepaya yang di iris tipis-tipis selanjutnya diletakkan di sela-sela tempat pakan dan bisa juga diberi daun-daunan/rumput-rumputan. Pada umur 15 juga perlu ditambahkan eggtray ayam bekas yang disusun ke atas agar jangkrik lebih cepat berkembang biak. Perlakuan tersebut dilakukan hingga panen pada umur 30 hari.

Adapun estimasi penghasilan dari budidaya sistem kemitraan jangkrik dihitung tiap kotak sebagai berikut :

Harga terendah :     Rp 12.000,00

Hasil panen    50 kg x  Rp 12.000,00  =  Rp 600.000,00

 

Kebutuhan :

Telur 5 ons                                = Rp     65.000,00

Pakan 511  2 kg  x Rp 9000,00  = Rp     18.000,00

Ql 1 karung                                = Rp    340.000,00

Eggtray 2 x Rp 40.000,00           = Rp      80.000,00

————————  +

Rp    503.000,00

Hasil akhir

Hasil Panen – Kebutuhan :Rp 600.000,00  –  Rp 503.000,00  = Rp 97.000,00

 

Harga tertinggi :      Rp 25.000,00

Hasil panen 50 kg x Rp 25.000,00   =Rp 1.250.000,00

Kebutuhan :

Telur 5 ons                                   =   Rp     65.000,00

Pakan 511  2 kg  x Rp 9000,00    =   Rp      18.000,00

Ql 1 karung                                   =   Rp    340.000,00

Eggtray 2 x Rp 40.000,00             =   Rp      80.000,00

————————– +

Rp   503.000,00

Hasil akhir

Hasil Panen – Kebutuhan : Rp 1.250.000,00  –  Rp 503.000,00=  Rp 747.000,00