PENILAIAN RESIKO UNTUK PENGAMBILAN KEPUTUSAN PEMASUKAN TELUR DARI KABUPATEN BLITAR KE PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR (PROSES ANALISA RESIKO PADA BINTANG TIMUR FARM, TANJUNG AGRI FARM, SUMBER REJEKI FARM)

Selasa, 15 Februari 2022

OLEH : drh.LUSIA ADITYANINGTYAS, MM

Kabupaten blitar sejak lama merupakan sentra produk perunggasan.  Potensinya yang unggul di bidang peternakan memiliki kontribusi yang besar terhadap pemenuhan protein hewani masyarakat Indonesia.  Komoditas telur ayam ras merupakan komoditas yang cukup potensial untuk dikembangkan di Kabupaten Blitar.  Kemajuan dunia usaha di kabupaten Blitar terus mendapatkan apresiasi dari masyarakat Indonesia terbukti Kabupaten Blitar merupakan pemasok produk perunggasan terbesar.  Dengan tingginya permintaan pasar para peternak di Kabupaten Blitar terus mengembangkan inovasinya dan  meningkatkan produksinya, untuk itu para pengusaha/pelaku bisnis berusaha untuk memperluas pemasaran  telur konsumsi ke beberapa daerah di luar kabupaten Blitar.  Daerah yang selama ini mendapatkan suplay secara rutin dari Kabupaten Blitar adalah Jakarta, Jawa Barat, Bandung, Kalimantan, NTB, dan Papua hal ini dibuktikan dengan permintaan Surat Keterangan Kesehatan Produk Hewan (SKKPH) yang terus meningkat.  Daerah Potensial untuk pengembangan produk telur konsumsi adalah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).  Dimana di NTT kebutuhan telur konsumsi juga tinggi tetapi populasi unggas di Wilayah NTT masih sangat sedikit.

 

Wilayah Provinsi Nusa Tenggara Timur secara historis adalah provinsi bebas kasus Avian Influenza.   Dan dalam menjaga provinsi Nusa Tenggara Timur sebagai wilayah bebas AI maka sebelum terjadi pemasukan ke wilayah tersebut dilakukan Penilaian Resiko terhadap masuknya produk peternakan dari Kabupaten Blitar.  Dalam mendukung proses analisa resiko

diperlukan kolaborasi dan pertukaran informasi antara instansi yaitu Kabupaten Blitar, Balai Karantina dan dari pemilik farm itu sendiri sehingga dapat mengendalikan resiko penyakit hewan berkaitan dengan lalu lintas hewan dan produk hewan.  Sebagai respon atas permintaan para pelaku usaha di wilayah kabupaten Blitar melalui surat permohonan permintaan analisa resiko maka tim analisa Resiko dari Provinsi Nusa Tenggara Timur melakukan analisa resiko di tiga Farm  yaitu Bintang Timur Farm, Tanjung Agri Farm dan Sumber Rejeki Farm.

 

Diketahui sebelumnya bahwa ketiga farm tersebut telah mengirimkan surat permohonan Analisa Resiko kepada Dinas Terkait dengan melampirkan FC KTP, Fotocopy SITU, Siup FC NPWP.  Salah satu hal terpenting dalam pengajuan analisa resiko bahwa farm tersebut harus telah bersertifikat NKV.  Hal ini sangat penting karena sertifikat Kontrol Veteriner Unit Usaha Pangan Asal Hewan yang selanjutnya disebut Nomor Kontrol Veteriner (NKV) merupakan sertifikat sebagai bukti tertulis yang sah telah dipenuhinya persyaratan higiene sanitasi sebagai kelayakan dasar jaminan keamanan pangan asal hewan pada unit usaha pangan asal hewan.  Disinilah peran antara Dinas Peternakan Dan Perikanan Kabupaten Blitar dan Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur untuk selalu melakukan monitoring tentang higiene sanitasi karena Prov NTT tidak memungkinkan untuk selalu melakukan controling setiap saat.  Dengan adanya sertifikat NKV diharapkan perusahaan/farm tetap menjalankan dan menjaga kualitas sesuai dengan SOP.

Prosedur analisa resiko pertama kali  adalah pengecekan adminstrasi apakah  sudah sesuai dengan surat- surat yang dikirim, kesesuai nama dan alamat maupun keterangan yang tertulis dalam siup, sertifikast NKV kemudian melakukan pengecekan farm.  Kesesuain data adalah merupakan suatu hal yang penting karena suatu perusahaan/ farm bertanggungjawab apabila ada permasalahan di kemudian hari dan perlu adanya antisipasi adanya pemalsuan penggunaan hak.  Selain itu dilakukan diskusi dan tanya jawab kepada pemilik perusahaan/farm sesuai dengan kuisioner yang terlebih dulu dikirimkan.  Setelah kroscek data alur berikutnya adalah pengecekan farm/kandang.  Pengecekan farm ini berkaitan dengan biosecurity yang diterapkan, manajemen pemeliharaan, manajemen pencegahan penyakit.

Sebelum memasuki farm tim terlebih dulu berganti pakaian dan berganti alas kaki.  Kemudian melakukan cuci tangan dan desinfeksi sesuai dengan SOP.  Para tim melakukan pemeriksaan recording, peralatan/perlengkapan yang digunakan, jadwal vaksinasi  dan pengelolaan limbah.

Kandang yang diperiksa telah menggunakan teknologi kandang close house dan dibawah pengawasan dokter hewan, peralatan yang digunakan menggunakan teknologi yang sangat modern.  Sehingga dapat disimpulkan bahwa manajemen pemeliharaan telah dilakukan dengan baik karena dengan kandang close house dibutuhkan kontrol yang sangat ketat.  Hal terpenting lagi adalah farm tersebut selama 3 (tiga) bulan terakhir tidak pernah terkena penyakit  dengan dasar hasil uji laboratorium.  Pada masing-masing farm telah memiliki dokter hewan penanggungjawab sehingga penyakit dapat dikendalikan dengan recording yang sangat baik.

 

Alur berikutnya yang perlu dipersiapkan oleh perusahaan/farm adalah proses penyimpanan telur/ gudang telur.  Bagaimana proses telur tersebut setelah dari kandang, apakah dilakukan pembersihan dan proses pengepakan sampai dengan telur konsumsi akan dikirim.  Waktu yang dibutuhkan juga menjadi catatan tersendiri oleh tim analisa resiko karena semakin lama waktu penyimpanan dan prosesnya menimbulkan resiko terhadap kemungkinan masuk dan keluarnya penyakit.

Lokasi pembersihan, pengemasan dan sterilisasi peralatan yang dipergunakan juga menjadi faktor resiko yang akan dianalisis.  Juga penggunaan egg tree berpengaruh dan berpotensi untuk menyebarkan penyakit sehingga diharapkan untuk pengiriman ke NTT harus dipergunakan egg tree yang baru dengan kualitas yang bagus mengingat perjalanan membutuhkan waktu yang lama.  Kemudian juga dilakukan diskusi terkait waktu yang dibutuhkan mulai telur konsumsi tersebut sampai ke NTT.  Pada Bintang Timur farm, Tanjung Agri farm dan Sri Rejeki farm untuk pengiriman telur konsumsi berasal dari farm sendiri dan tidak mencari produk dari farm lain, hal ini merupakan nilai lebih karena akan meminimalisir resiko penularan penyakit dan pemantauan penyakit akan lebih terkendali.  Untuk selanjutnya penilaian resiko dilanjutkan pada proses lalu lintas yang meliputi transportasi, bagaimana kendaraan yang dipergunakan apakah telah memenuhi SOP dan resiko yang mungkin terjadi selama diperjalanan.

 

Penilaian resiko menitik beratkan pada dampak buruk dan kemungkinan apa yang terjadi, jangan sampai jika telur konsumsi malah menjadi pintu masuk penyakit AI di provinsi Nusa Tenggara Timur.  Setelah dilakukan penilaian resiko dan dianggap farm tersebut memenuhi persyaratan maka akan diterbitkan Surat Keputusan Gubernur Nusa Tenggara Timur yang menyatakan bahwa Produk tersebut dapat dipasarkan di Provinsi Nusa Tenggara Timur.  Keseluruhan garis besar proses analisa resiko dapat diamati dalam Grafik proses analisa resiko berikut ini :

Dukungan dari Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Blitar dalam penanggulangan penyakit sangat dibutuhkan khususnya KIE kepada masyarakat tentang pencegahan penyakit dan biosecurity. Monitoring kondisi farm-farm juga harus dilakukan secara kontinue dan berkelanjutan.  Dengan adanya kerjasama yang baik antara Kabupaten Blitar dengan Nusa Tenggara Timur maka akan berpengaruh terhadap perdagangan produk antar wilayah provinsi dan meningkatkan pemasukan produk ke Nusa Tenggara Timur.  Dengan perluasan wilayah pemasaran tentu saja akan memberikan dampak positif bagi perekonomian masyarakat Kabupaten Blitar.  Produk akan lebih dikenal secara luas dan tentunya meningkatkan kemajuan usaha serta penyerapan tenaga kerja.  Untuk masyarakat yang ingin lebih mendapatkan informasi lebih lanjut dapat menghubungi Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Blitar.Lusia.

DOKUMEN PERENCANAAN SOSIALISASI SURAT EDARAN TENTANG PENGAWASAN DAN PENGENDALIAN TERHADAP PEREDARAN / PERDAGANGAN DAGING ANJING PENDEKATAN “ONE HEALTH” SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN PENYAKIT DAN PENGENDALIAN PENYAKIT DI KABUPATEN BLITAR PENILAIAN RESIKO UNTUK PENGAMBILAN KEPUTUSAN PEMASUKAN TELUR DARI KABUPATEN BLITAR KE PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR (PROSES ANALISA RESIKO PADA BINTANG TIMUR FARM, TANJUNG AGRI FARM, SUMBER REJEKI FARM) REGULASI DI BIDANG PETERNAKAN DAN PERIKANAN
Dinas Peternakan dan Perikanan
Alamat : Jl. Cokroaminoto No.22, Kepanjen Lor, Kec. Kepanjenkidul, Kota Blitar, Jawa Timur 66117
E-mail : | Phone: (0342) 801136