PENDEKATAN “ONE HEALTH” SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN PENYAKIT DAN PENGENDALIAN PENYAKIT DI KABUPATEN BLITAR

Jum'at, 08 April 2022

Oleh : drh. LUSIA ADITYANINGTYAS, MM

Konsep “One Health” sampai saat menjadi salah satu pertimbangan pemerintah dalam mengambil kebijakan.  Karena penyakit pada manusia 75 % diketahui berasal dari hewan yang kemudian disebut penyakit zoonosis.  Bidang cakupan one health meliputi Keamanan Pangan, Pengendaian Zoonosis dan Pemberantasan Resistensi Antibiotik.

“One Health” adalah pendekatan global yang bertujuan mempererat kolaborasi dan komunikasi dalam semua aspek kesehatan manusia, hewan dan lingkungan.  Konsep inti one health adalah konsep multidisiplin keilmuwan.

Dengan mengusung konsep one health, World Health Organization (WHO) bekerja sama dengan The Food And Agriculturl Organization (FAO) dan The World Organization for Animal Health (OIE).   Ketiga organisasi tersebut mempromosikan respon multisektor terhadap bahaya pangan, resiko terhadap penyakit zoonosis dan ancaman kesehatan masyarakat seperti resistensi antibiotik.  Selain itu juga membuat pedoman dalam menurunkan resiko tersebut.

Bagaimana pelaksanaan One Health di Kabupaten Blitar? Dengan mengadopsi konsep “One Health” Dinas Kesehatan bekerja sama dengan  Dinas Peternakan dan Perikanan dalam pencegahan penyakit.  Pada tahun 2022 terdapat beberapa laporan masyarakat terkait kasus gigitan  Anjing dan Kucing.  Mengingat anjing dan kucing merupakan HPR (Hewan Penular Rabies) disitulah Dinas Kesehatan dan Dinas Peternakan dan perikanan bekerja sama dalam pencegahan kasus rabies.  Alurnya adalah Dinas Peternakan dan Perikanan menerima laporan dari Dinas Kesehatan dimana adanya masyarakat datang ke RS/Puskesmas karena kasus gigitan anjing dan kucing.  Dalam waktu kurang dari 24 jam Dinas Peternakan dan Perikanan menindaklanjuti laporan tersebut dengan melakukan investigasi.  Tim melakukan wawancara kepada yang mengalami gigitan dan pemilik hewan kemudian melakukan pengecekan terhadap hewan apakah hewan tersebut mengalami ciri-ciri yang mengarah Rabies.  Tim juga melakukan observasi selama 2 minggu kedepan, apabila dirasa aman maka dilanjutkan kepada vaksinasi kepada HPR.  Sampai dengan saat ini telah ada sebanyak 7 laporan kasus gigitan anjing yang telah ditangani oleh Dinas Peternakan dan Perikanan.

Tak hanya disitu saja dalam pencegahan resistensi antibiotik Kabupaten Blitar menjadi pilot Projek Multi-Partner Trust Fund (MPTF).  Dimana projek tersebut bertujuan untuk mengendalikan resistensi antimikroba dengan pendekatan one Health.  Projek Multi-Partner Trust Fund (MPTF) merupakan kerjasama antara Kementerian Pertanian dan Mitra Pembangunan (FAO, OIE, WHO).  Sehingga banyak keterlibatan dari berbagai sektor antara lain sektor peternakan, sektor pertanian dan sektor kesehatan.  Tidak hanya instansi tapi organisasi profesi seperti PDHI dan IDI ikut andil dan memberikan peran dalam projek ini.  Kabupaten Blitar sebagai pilot projek melalui Dinas Peternakan dan Perikanan membantu fasilitasi yang diawali dengan pembentukan 4 orang petugas enumerator yaitu petugas yang terjun langsung ke lapangan dan bertanggung jawab terhadap data lapangan.  Kemudian petugas ini melakukan survey data peternak dan kondisi peternakan/farm  yang kemudian dilakukan tinjauan langsung oleh tim.  Selain itu dilakukan pengecekan kondisi farm melalui penelitian yang dilakukan oleh BRIN tentang Penatagunaan Antimikroba (PGA).

Badan Riset Dan Inovasi Nasional (BRIN) merupakan Badan penelitian Nasional yang ikut bersinergi dalam one health.  Dengan berkonsentrasi kepada Antibiotik Resisten (AMR), tim BRIN melakukan penelitian dengan pengambilan sampel lingkungan, sampel yang diperoleh dari hewan melalui swab kloaka dan sampel produk hewan.  Pengoptimalan pengambilan sampel dari hulu ke hilir di harapkan dapat menghasilkan data yang akurat dan terpercaya.  Sampel diambil dari 3 peternak/farm dan kemudian diteruskan pada  pada beberapa farm sampai dengan akhir tahun.  Metode pemeliharaan yang diambil dalam sampel adalah kandang yang  terdapat kolam ikan di bawah atau disekitar kandang ayam.  Dengan adanya survey, pembinaan dan pengambilan sampel untuk pemeriksaan laboratorium diharapkan dapat mengetahui kondisi peternakan di Kabupaten Blitar dan untuk kemajuan peternakan kedepannya.

Program unggulan yang melibatkan banyak sektor semoga mampu memberikan kontribusi yang besar untuk masyarakat khusunya kepada peternakan Kabupaten Blitar.  Produk yang dihasilkan juga mampu memberikan keamanan kepada konsumen dan penularan penyakit zoonosis dapat ditanggulangi. LUSI.

 

DOKUMEN PERENCANAAN SOSIALISASI SURAT EDARAN TENTANG PENGAWASAN DAN PENGENDALIAN TERHADAP PEREDARAN / PERDAGANGAN DAGING ANJING PENDEKATAN “ONE HEALTH” SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN PENYAKIT DAN PENGENDALIAN PENYAKIT DI KABUPATEN BLITAR PENILAIAN RESIKO UNTUK PENGAMBILAN KEPUTUSAN PEMASUKAN TELUR DARI KABUPATEN BLITAR KE PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR (PROSES ANALISA RESIKO PADA BINTANG TIMUR FARM, TANJUNG AGRI FARM, SUMBER REJEKI FARM) REGULASI DI BIDANG PETERNAKAN DAN PERIKANAN
Dinas Peternakan dan Perikanan
Alamat : Jl. Cokroaminoto No.22, Kepanjen Lor, Kec. Kepanjenkidul, Kota Blitar, Jawa Timur 66117
E-mail : | Phone: (0342) 801136