KONTES KELINCI NASIONAL, ANTARA POTENSI DAN HARAPAN

1

Oleh :

Tuhu Aneng Pambudi, S.Pt

Kelinci merupakan ternak yang memiliki banyak potensi dan keunggulan, dimana kelinci merupakan hewan dengan tingkat reproduksi yang cepat dan memiliki banyak jenis baik itu kelinci pedaging maupun kelinci hias. Pada saat ini memang masyarakat Indonesia khususnya di Kabupaten Blitar belum banyak yang bisa memaksimalkan potensi ternak kelinci. Padahal kelinci dapat dimanfaatkan hampir di semua bagiannya.

Kelinci hias sebagai contoh, memiliki daya tarik pada bagian bentuk tubuh khususnya jenis dan warna bulunya. Kelinci hias bahkan saat ini dapat disandingkan dengan hewan kesayangan lainnya seperti kucing dan anjing dimana bahwa kelinci dengan estetika tertentu dapat dilihat dari karakternya yang jinak, bentuk yang menarik dan warna bulu yang beragam. Kelinci hias memiliki banyak sekali jenis dan sudah terstandar berdasarkan standar acuan ARBA (American Rabbit Breeders Association), karena selama ini kebanyakan masyarakat awam hanya mengenal jenis kelinci Australia, padahal sebenarnya jenis kelinci sangat beragam, mulai dari yang mini sampai jenis yang besar / giant, sehingga perlua adanya edukasi mengenai jenis-jenis kelinci dan standar kelinci hias sesuai acuan ARBA.

Kelinci jenis pedaging yang sudah lama dikembangbiakkan di Indonesia juga memiliki berbagai macam varian. Disamping itu, jenis kelinci pedaging juga dapat menghasilkan berbagai macam produk olahan dari daging kelinci diantaranya rica-rica, abon, sate, bakso, nugget, burger dan lain-lain. Produk samping dari budidaya kelinci yang selama ini belum termanfaatkan dengan maksimal adalah limbah cair berupa urine dan limbah padat berupa feses / kotoran. Padahal feses dan urine ternyata memiliki nilai jual yang tinggi jika diolah dengan tepat. Urine misalnya dapat diolah menjadi Pupuk Organik Cair (POC), sedangkan feses kelinci menjadi pupuk kandang.

Latar belakang, permasalahan dan peluang tersebut diatas akhirnya menjadikan sebuah gagasan bagi komunitas kelinci yang tergabung di dalam Blitar Rabbit Ing Kawentar (BRI) untuk menyelenggarakan kontes kelinci dengan tema BATARA (Blitar Patria Rabbit Show), We Are Family pada sabtu 5 februari 2022 bertempat di Wisata Edukasi Kampung Coklat, Desa Plosorejo Kecamatan Kademangan Kabupaten Blitar. Adapun tujuan dari kontes ini adalah : Lebih menggairahkan pariwisata di Blitar pada umumnya, khususnya dalam dunia perkelincian; memberikan pemahaman / edukasi kepada masyarakat tentang berbagai macam jenis kelinci hias yang ada di dunia;

Memberikan pengertian kepada masyarakat tentang kelinci yang bagus menurut standar ARBA.

Adapun jenis kelinci yang dikonteskan berdasarkan standar ARBA antara lain : Rex, Mini Rex, New Zealand, Dutch, Holland Lop, Netherland Dwarf, Satin, Mini Satin, English Angora, English Spot, Dwarf Papilon, Flamish Giant, Californian, Lion Head, Jersey Wooly, American Fuzzy Lop, Fuzzy Lop. Adapun untuk lomba adu bobot jenis kelinci yang dilombakan adalah : Rex, New Zealand, Flamish Giant. Pada kontes kelinci kali ini juga menyediakan kelinci dari berbagai jenis dan perlengkapannya serta pengunjung juga dapat menikmati sajian kuliner daging kelinci.

Juri yang akan menilai kontes kali ini adalah :

  1. Arie Wardhani (ARBA Judge #979 Open Show A);
  2. Iqbal Harraz (ARBA Registar #1139 Open Show B);
  3. Aryo Junas (Speciality Rex dan Mini Rex);
  4. Eko Ahmad Pranoto (Speciality Rex dan Mini Rex);
  5. Dodiek Benny Y (Judge IHC #001 Speciality Holland Lop)
  6. Rinto Ariwibowo (Speciality New Zealand)

Kontes dihadiri oleh Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Blitar sekaligus berkesempatan untuk membuka acara tersebut. Adanya kontes kelinci berskala nasional dengan juri yang memiliki setifikat internasional di Kabupaten Blitar ini diharapkan dapat memacu semangat peternak kelinci untuk mengembangkan usahanya karena potensi dan peluang budidaya kelinci masih sangat besar. Masyarakat tentunya juga diharapkan semakin berminat terhadap produk-produk khususnya olahan daging kelinci sehingga akan dapat meningkatkan permintaan akan daging kelinci yang akan berdapmpak pada bergairahnya kembali budidaya kelinci.