PRODUKSI PEMBESARAN IKAN AIR TAWAR DI KABUPATEN BLITAR
Oleh : Deni Sri Budi hayuni, S.Pi, MSi
Pengawas Perikanan Ahli Muda
Budidaya ikan air tawar di Kabupaten Blitar mempunyai potensi yang cukup besar untuk dikembangkan hal ini dapat dilihat dari luas wilayah Kabupaten Blitar yang seluas 158.879 Ha dimana 19.97 % dari luas wilayah tersebut tersebut dimanfaatkan untuk lahan pertanian dan usaha budidaya ikan termasuk di dalamnya. Potensi budidaya ikan konsumsi di Kabupaten Blitar mencapai 51050 ton/tahun dengan potensi kolam seluas 800 Ha dan yang termanfaatkan ±760 Ha (95%). Beberapa komoditas ikan konsumsi yang dibudidayakan di Kabupaten Blitar adalah Ikan Gurami, Ikan lele, Nila, Patin dan Udang vanamae. Produksi pembesaran ikan air tawar ini dikembangkan dalam beberapa jenis wadah budidaya yaitu pembesaran dalam jaring apung untuk ikan nila, pembesaran ikan dikolam air tenang untuk ikan gurami, lele, nila dan patin, selain itu ikan nila juga dibesarkan dalam wadah budidaya mina padi dan udang vaname di kembangkan di tambak. Produksi ikan air tawar pada tahun 2021 sebesar 17.829.920 kg. Adapun rincian produksi pembesaran ikan air tawar berdasarkan wadah budidaya pada tahun 2021 adalah sebagai berikut :
Tabel 1. Produksi pembesaran ikan air tawar di Kabupaten Blitar berdasarkan wadah budidaya Tahun 2021
| No. | Wadah Budidaya | Produksi (Kg) |
| 1 | Jaring Apung | 55.600 |
| 2 | Kolam | 17.358.300 |
| 3 | Minapadi | 5.320 |
| 4 | Tambak | 410.700 |
| Jumlah Total | 17.829.920 |
Sumber : Satudata KKP, 2021

Dari tabel diatas dapat diketahui bahwa produksi ikan yang paling tinggi diperoleh dari wadah budidaya kolam air tenang dimana luas lahan kolam air tenang di Kabupaten Blitar ± 2.840.000 m2 dengan jumlah pembudidaya ± 14.394 orang, Jumlah RTP 4798 Rumah Tangga Perikanan (RTP), Untuk jaring apung luas lahan berkisar 35.000 m2 dengan jumlah pembudidaya 8 orang dan 4 RTP. Luas lahan minapadi ± 80.000 m2, jumlah pembudidaya sekitar 120 orang dan 10 RTP, untuk luas tambak udang yang ada di Kabupaten Blitar ± 570.000 m2 dengan jumlah pembudidaya 30 orang dan 3 RTP (Satudata KKP, 2021).
Produksi pembesaran ikan air tawar berdasarkan jenis ikannya pada tahun 2021 adalah sebagai berikut :
Tabel 2. Produksi pembesaran ikan air tawar di Kabupaten Blitar berdasarkan jenis ikan Tahun 2021
| No. | Jenis Ikan | Produksi (Kg) |
| 1 | Nila | 472.420 |
| 2 | Gurami | 6.873.000 |
| 3 | Lele | 9.923.300 |
| 4 | patin | 150.500 |
| 5 | Udang vanamae | 410.700 |
| Jumlah Total | 17.829.920 |
Sumber : Satudata KKP, 2021

Berdasarkan tabel diatas dapat diketahui bahwa produksi budidaya ikan air tawar di Kabupaten Blitar yang tertinggi pada tahun 2021 adalah produksi ikan lele dengan prosentase 57 % dari total produksi. Sentra pembudidaya pembesaran ikan lele tersebar di beberapa kecamatan di Kabupaten Blitar seperti Kecamatan Selopuro, Kecamatan Talun, Kecamatan Nglegok, Kecamatan Kanigoro, Kecamatan Sanankulon, Kecamatan Sutojayan dan beberapa kecamatan lainnya. Produksi pembesaran ikan gurami menduduki tempat kedua dengan prosentase 39% dari total produksi, untuk sentra pembesaran ikan gurami terdapat di Kecamatan Wonodadi, Kecamatan Sutojayan dan beberapa kecamatan lainnya. Produksi ikan nila mempunyai prosentase 3% dari total produksi pembesaran ikan air tawar di Kabupaten Blitar pembudidaya ikan nila banyak dijumpai di wilayah Kecamatan Wlingi, Sutojayan, Nglegok, Selorejo dan lain2. Untuk produksi udang vaname memiliki prosentase 2% dengan nilai produksi pada tahun 2021 sebesar 410.700 kg produksi udang vanamae ini terdapat di daerah tambak Desa Serang Kecamatan Panggungrejo (Gambar 3) dan 1 lokasi tambak berada di Desa Ringinrejo Kecamatan Wates dan 1 lokasi tambak berada di Kecamatan Bakung.

Untuk produksi pembesaran ikan patin dengan nilai produksi 150.500 kg atau prosentase sebesar 1 % banyak dikembangkan di Kecamatan Wlingi dan Kecamatan Wonodadi (Gambar 1). Pada saat pandemi covid 19 banyak pembudidaya pembesaran ikan konsumsi yang terkena dampak dengan menurunnya permintaan pasar akibat banyak ditutupnya restaurant, hotel dan tempat-tempat wisata. Namun sekarang, setelah pandemic covid 19 sudah semakin berkurang dan terbukanya lagi peluang pasar ikan konsumsi para pembudidaya ikan di Kabupaten Blitar Kembali bersemangat untuk melakukan budidaya pembesaran ikan air tawar apalagi ditahun ini harga ikan konsumsi semakin melonjak dengan tingginya permintaan pasar dan hal ini diharapkan dapat meningkatkan pendapatan masyarakat di Kabupaten Blitar khususnya meningkatnya pendapatan pembudidaya ikan air tawar.