CEGAH PENYEBARAN PMK DISNAKKAN KAB. BLITAR LAKUKAN VAKSINASI PENYAKIT MULUT DAN KUKU (PMK)

1

Oleh : drh. ANDAR YULIANI

Blitar, Untuk menekan peningkatan penyebaran kasus Penyakit Mulut Dan Kuku di Kabupaten Blitar berbagai upaya telah dilaksanakan namun dengan tingginya tingkat morbiditas penularan penyakit mulut dan kuku yaitu mencapai 90-100% sudah 19 wilayah kecamatan dari 22 kecamatan di Kabupaten Blitar sudah terlaporkan terdapat kasus PMK per tanggal 27 Juni 2022, dengan jumlah Kasus Sakit sebanyak 2.225 ekor, Sembuh 1.043 ekor  Pemotongan Bersyarat 3 ekor, Mati 13 ekor. Adapun kecamatan yang belum terlaporkan kasus PMK yaitu Kecamatan Selorejo, Doko dan Kesamben.

Upaya pencegahan PMK salah satunya yaitu melalui vaksinasi. Kabupaten Blitar pada tahap pertama, vaksin yang diterima pada hari Jumat, 24 Juni 2022 mendapat alokasi sejumlah 13.000 dosis, dimana 11.000 dosis alokasi vaksinasi untuk ternak sapi perah dan 2.000 dosis untuk ternak sapi potong. Untuk alokasi vaksin PMK untuk ternak sapi perah yaitu KUD Semen, KSU Jaya Abadi, KSU Rukun Santoso, UD Sulthoni, serta peternak sapi perah rakyat kemitraan PT. Grenfield.

Sementara vaksinasi PMK pada ternak sapi potong dilaksanakan di Kecamatan Selorejo dimana kecamatan ini masih merupakan zona hijau atau belum ada laporan kasus PMK serta wilayah kecamatan ini merupakan wilayah Kabupaten Blitar perbatasan dengan Kabupaten Malang, sehingga menjadi wilayah prioritas vaksinasi PMK pada ternak sapi potong.

Vaksinasi PMK pada Ternak Sapi Potong di Kecamatan Selorejo

Kegiatan vaksinasi dilaksanakan oleh tim vaksinasi Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Blitar dibantu Tim Perhimpunan Dokter Hewan (PDHI) Cabang Jatim VIII, serta didukung tim Polres Blitar, Kodim 008 Blitar serta mahasiswa Universitas Nahdatul Ulama (UNU) Blitar.

Adapun SOP vaksinasi PMK sebagai berikut :

Hewan Target

  1. Hewan target adalah sapi dan kerbau. Vaksinasi pada hewan rentan lainnya seperti kambing, domba dan babi akan dikaji berdasarkan
  2. Hewan yang divaksin harus dalam keadaan sehat dan tidak dalam kondisi stress (terutama hewan bunting).
  3. Vaksinasi pertama diberikan pada umur minimal 2 minggu untuk hewan naïve (tidak memiliki antibodi maternal).
  4. Untuk hewan memiliki antibodi maternal, lakukan vaksinasi pertama pada umur 3
  5. Hewan yang sedang sakit (PMK atau penyakit infeksi lainnya) atau pernah terinfeksi PMK tidak

Manajemen Rantai Dingin

  1. Vaksin harus disimpan pada suhu antara +2- +8
  2. Untuk lemari es buka depan, vaksin hanya bisa disimpan di rak bagian Bagian freezer, bagian bawah (tempat sayur), dan pintu tidak bisa digunakan untuk menyimpan vaksin
  3. Pastikan jumlah vaksin yang disimpan sesuai dengan kapasitas lemari es
  4. Jangan simpan makanan, minuman bersama vaksin
  5. Lemari es hanya dibuka Ketika sangat diperlukan untuk menjamin terjaganya suhu antara +2- +8
  6. Beri jarak 1-2 cm atau sekitar 1 cm untuk sirkulasi udara di antara vaksin
  7. Penyusunan vaksin menggunakan sistem EEFO (early expired first
  8. Letakkan termometer di antara vaksin untuk memastikan suhu pada kisaran +2- +8 C
  9. Pastikan cool box diisi dengan cool packs di sekeliling vaccine
  10. Hindari vaksin terekpose dengan cahaya
  11. Pastikan penerima vaksin mengetahui perkiraan tiba vaksin
  12. Menerapkan prinsip “open today use today”

SOP masuk dan keluar kandang

  1. Tentukan titik cleaning and disinfection (C&D) yang dekat dengan sumber air
  2. Gelar terpal pada titik C&D, dan lakukan pengaturan sehingga alurnya mengikuti dari pembersihan ke Letakkan semua bahan dan alat C&D di atas terpal
  3. Gunakan APD beserta kelengkapannya
  4. Anda dapat memasuki area vaksinasi setelah memastikan hewan yang akan divaksin dalam kondisi

SOP keluar kandang

  1. Lepas alas penutup sepatu, sarung tangan, masker dan apron sebelum melewati titik C&D, masukkan barang-barang yang akan dibuang ke dalam plastic disposal, dan barang yang akan masih didekontaminasi ke plastic
  2. Bersihkan sepatu dengan menggunakan deterjen, dan celupkan ke ember disinfeksi, PERHATIKAN WAKTU
  3. Lakukan dekontaminasi pada ember, terpal dan alat dan bahan lainnya yang masih akan digunakan dengan semprotan disinfektan
  4. Anda dapat meninggalkan lokasi vaksinasi untuk menuju ke lokasi vaksinasi

Aplikasi Vaksin

  1. Lakukan pemeriksaan pada hewan secara individual dengan melakukan inspeksi secara klinis pada hewan (perhatikan tanda-tanda umum dan tanda-tanda yang mengarah pada PMK)
  2. Jika hewan sehat secara klinis, vaksinasi dapat dilakukan pada hewan
  3. Jika ditemukan tanda hewan sakit, vaksinasi pada hewan tersebut harus ditunda dan hewan dipisahkan dari kelompok dan dicatat
  4. Satu paket vaksin PMK tersedia dalam bentuk inaktif dalam oil Pastikan vaksin diterima dalam kondisi kemasan tidak rusak dan dalam suhu 2-8 C.
  5. Aplikasi vaksin pada hewan (disesuaikan dengan rekomendasi produsen vaksin)
  6. Ambil vaksin dari cool box, pastikan untuk tidak mengeluarkan vaksin terlalu lama di luar cool

Kocok vaksin perlahan sampai tercampur homogen, dan pastikan tidak mengocok dengan keras karena akan menimbulkan busa.