SOSIALISASI DAN KIE PENYAKIT MULUT DAN KUKU (PMK) BERBASIS DESA
Kegiatan sosialisasi dan KIE PMK di Desa Mangunan Kec. Udanawu
Oleh : drh. ANDAR YULIANI
Blitar – Penyebaran kasus PMK di Kabupaten Blitar cepat sekali dari 22 kecamatan, yang sudah terkonfirmasi laporan kasus PMK mencapai 19 wilayah kecamatan dalam waktu satu bulan. Tingginya tingkat morbiditas 95-100 % menyebabkan masyarakat khususnya peternak panik dan resah.
Hingga saat ini 30 Juni di Kabupaten Blitar sudah terlaporkan kasus PMK di 19 kecamatan, 138 desa dengan total kasus PMK 3.930 ekor, sakit 1.923 ekor, kasus baru 208 ekor dan sembuh PMK 1.783 ekor, mati 13 ekor dan dipotong paksa 3 ekor. Untuk meredam kepanikan peternak Pemerintah Kabupaten Blitar melalui Dinas Peternakan dan Perikanan bekerjasama dengan Desa intens dan gencar melaksanakan sosialisasi dan KIE penyakit Mulut dan Kuku di wilayah desa. Kepala Desa melalui perangkatnya menggundang warga peternak untuk mengikuti kegiatan tersebut. Masyarakat sangat antusias mengikuti kegiatan sosialisasi dan KIE PMK.
“Melalui kegiatan KIE diharapkan para peternak paham untuk melakukan tindakan penanganan pertama apabila ternaknya menunjukkan gejala atau tanda-tanda mengarah ke PMK. Selama menunggu petugas penanganan datang, peternak paham dan memberikan pertolongan dan tindakan perawatan kepada ternak yang sakit seperti melakukan desinfeksi daerah mulut dan kaki, desinfeksi kandang, memberikan pakan yang mudah dimakan ternak dan semakin aware dengan hewan ternaknya, mulai dari kesehatan hingga kebersihan kandang
Dengan memahami karakter virus penyebab PMK, cara penyebaran penyakit, cara pencegahan diharapkan para peternak tidak lagi panik, jika hewan ternaknya menunjukkan gejala PMK. Optimis dan semangat untuk memelihara ternak karena PMK bisa sembuh jika ditangani secara cepat dan tepat serta tidak menular kemanusia.