Tiga Dasar Kunci Pengobatan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK)

Oleh : drh. Annas Agung Nugraha

Penyakit Mulut dan Kuku adalah penyakit yang disebabkan oleh Virus Famili Picornaviridaee Genus Apthovirus. Merupakan salah satu penyakit yang yang memiliki angka kesakitan (morbiditas) yang cukup tinggi. Angka penularan kasus PMK dapat mencapai 100%. dan menyerang hewan-hewan berkuku belah atau genap seperti sapi, domba, kambing, kerbau, dan rusa dll.

Meskipun memiliki angka penularan (Morbiditas) yang cukup tinggi tetapi Penyakit PMK ini memiliki derajat kematian (mortalitas) hanya 1-5%. Ketika hewan ternak mengalami gejala yang mengarah ke PMK seperti berliur, pincang, dan tidak mau makan jangan panik. Apabila deteksi PMK ditemukan sejak dini dan segera dilaporkan dan mendapatkan penanganan yang baik maka angka kesembuhannya akan tinggi. Kunci dalam penanganan PMK adalah dari peternak itu sendiri. Karena semakin cepat, tepat dalam melaporkan kejadian kasus kepada posko PMK yang berada di puskeswan ataupun di Dinas terkait maka akan cepat dan tepat dalam mendapatkan penanganan. Selain itu, peternak dituntut harus lebih perhatian kepada hewan ternaknya dan lingkungan kandang. Berikut 3 kunci Dasar dari pengobatan PMK antara lain :

  1. Jangan biarkan hewan mengalami Dehidrasi.

Hewan yang terinfeksi virus PMK memiliki ciri utama yaitu hipersalivasi atau mengeluarkan liur yang berlebihan. Sehingga hewan renta mengalami Dehidrasi. Untuk itu sediakan air minum dalam jumlah yang adlibitum (cukup dan selalu ada). Air minum yang diberikan bisa ditambahkan garam ataupun gula merah sebagai pengganti cairan elektrolit.

  1. Obati mulut dan Kuku

Gejala PMK bisa dimulai dari lesi yang ada di mulut atau kadang bisa langsung pada sela-sela kuku. Pengobatan luka pada mulut bisa menggunakan asam sitrat atau citrun 20 gram dicampur air 1 Liter. Sedangkan untuk area kuku bisa menggunakan Tembaga Sulfat dengan perbandingan 20 gram air 1 liter. Kesembuhan dari luka mulut akan jauh lebih cepat. Sedangkan titik kritis dari kasus PMK adalah sela-sela kuku. Sehingga ketika sapi sudah membaik kondisi makan minumnya jangan pernah terlena pada sela sela kuku. Untuk itu kandang harus selalu kering agar kondisi sela sela kuku tidak parah.

  1. Berikan Asupan nutrisi yang cukup

Yang unik dari kasus PMK adalah hewan memiliki kemauan untuk makan, hanya saja karena di dalam mulut atau lidah terdapat lesi hewan seperti enggan atau takut untuk makan. Sehingga disini peternak harus jeli dan bersabar. Berikanlah makanan yang memiliki energy yang tinggi dan terkstur yang lunak seperti pisang atau jagung muda. Jika perlu di loloh. Sedangkan mineral wajib diberikan setiap hari dengan takaran 1 sendok makan. Dengan pemberian nutrisi yang cukup harapannya imunitas akan muncul dan hewan akan kembali sehat.

 

Dalam penanganan PMK peran peternak sangat penting dalam menentukan kesembuhan ternak. Peternak dituntut untuk lebih telaten dalam perawatan khususnya pada 3 poin diatas. Selain itu, kebersihan kandang khususnya lantai harus selalu diperhatikan, pastikan lantai selalu bersih dan kering.