Temu Putih dan Jahe Gajah sebagai Imbuhan Pakan Ayam Pedaging

Rabu, 03 Februari 2021

Oleh : Laila Nur Rohma, S.Pt

Imbuhan pakan ternak telah umum digunakan oleh peternak. Salah satu jenis imbuhan pakan ternak adalah fitobiotik. Fitobiotik merupakan imbuhan pakan yang memanfaatkan bahan alami yang mengandung zat aktif. Zat aktif tersebut memiliki manfaat sebagai antibakteri, antioksidan, imunomodulator dan masih banyak manfaat lagi. Kandungan zat aktif minyak atsiri diketahui memiliki manfaat sebagai antibakteri. Rimpang yang dapat dimanfaatkan sebagai fitobiotik antara lain temu putih dan jahe gajah. Temu putih (Curcuma zedoaria) mengandung kurkuminoid yang terdiri dari kurkumin 77%, demetoksikurkumin 18%, dan bisdemetoksikurkumin 5% (Basnet and Basnet, 2011). Sedangkan zat aktif primer yang terkandung di dalam jahe gajah (Zingiber officinale var. officinale) adalah gingerol, dengan analog gingerol lain seperti shogoals, paradol dan zingerone (Yadav, Sharma and Alam, 2016).

Namun zat aktif memiliki sifat volatile, yaitu mudah mengalami penguapan apabila tidak diproteksi dengan baik. Salah satu metode yang telah dikenal untuk memproteksi zat aktif dari fitobiotik adalah mikroenkapsulasi. Mikroenkapsulasi adalah upaya perlindungan suatu bahan maupun sel mikroorganisme dengan cara melapisinya dengan hidrokoloid yang tepat untuk memisahkan bahan atau sel mikroorganisme dari lingkungan sekitarnya sampai pada waktu nantinya dilepaskan (Kailasapathy, 2002 dalam Pradipta, 2017).

Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Rohma, Sjofjan dan Natsir (2019) penambahan fitobiotik rimpang campuran temu putih dan jahe gajah yang di enkapsulasi dengan penambahan sejumlah 1% dalam pakan ayam pedaging komersial menghasilkan produksi paling maksimal diantara perlakuan lain. Ditinjau dari segi pertambahan bobot badan ayam pedaging dapat mencapai 2133,57±58,52 kg saat usia panen. Feed Convertion Ratio mencapai 1,58±0,02 serta Income Over Feed Cost Rp. 13.174,01±586,23. Sedangkan ditinjau dari karakteristik vili usus halus pada ayam pedaging, fitobiotik rimpang campuran temu putih dan jahe gajah yang di enkapsulasi dengan penambahan 1% dalam pakan juga menunjukkan hasil yang paling optimal dengan tinggi vili usus halus mencapai 603,18±18,39 µm, jumlah vili usus halus 200,63±3,04/lumen dan luas permukaan vili usus halus 1394,73±226,95 µm2.

 

Referensi:

Basnet, P. and N.S. Basnet. 2011. Curcumin: An Anti-Inflamantory Molecule from A Curry Spice on The Path to Cancer Treatment. Molecules. 16: 4567-4598.

Kailasapathy, K. 2002. Microencapsulation of Probiotic Bacteria: Technology and Potential Applications. Curr. Issues Intest. Microbiol. 3: 39-48.

Pradipta, M.S.I. 2017. Pengaruh Mikroenkapsulasi Probiotik Bakteri Asam Laktat Indigenous Unggas Menggunakan Bahan Penyalut Maltodekstrin Terhadap Viabilitas Selama Penyimpanan. Journal of Livestock Science and Production. 1 (1): 37-43.

Rohma, L.N., O. Sjofjan dan M.H. Natsir. 2019. Pengaruh Penambahan Rimpang Temu Putih (Curcuma Zedoaria) dan Jahe Gajah (Zingiber Officinale Var. Officinale) dalam Bentuk Enkapsulasi dan Non-Enkapsulasi terhadap Penampilan Produksi dan Karakteristik Usus Ayam Pedaging. Tesis. Fakultas Peternakan. Universitas Brawijaya. Malang.

Yadav, S., P.K. Sharma and M.A. Alam. 2016. Ginger Medicinal Uses and Benefit. European Journal of Pharmaceutica and Medical Research. 3(7): 127-135.

SITUASI PENYAKIT BRUCELLOSIS PADA SAPI PERAH PETERNAKAN RAKYAT DI KABUPATEN BLITAR Dukung Operasi Pasar Disnakkan Kabupaten Blitar Siapkan 2.000 Paket Telur dan Produk Ikan PENTINGNYA VAKSINASI PADA HEWAN PELIHARAAN WASPADAI PENYAKIT BRUCELLOSIS PADA SAPI Kunjungan Kerja Bupati dan Wakil Bupati Blitar Hj. Rini Syarifah, A.Md dan H. Rahmat Santoso, S.H, M.H di Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Blitar
Dinas Peternakan dan Perikanan
Alamat : Jl. Cokroaminoto No.22, Kepanjen Lor, Kec. Kepanjenkidul, Kota Blitar, Jawa Timur 66117
E-mail : | Phone: (0342) 801136