Mengenal Defaunasi bagi Ternak Ruminansia

Kamis, 04 Februari 2021

Oleh : Laila Nur Rohma, S.Pt

Defaunasi menurut Pujiastuti (2009) adalah sebuah upaya untuk mengurangi jumlah protozoa penghuni rumen. Protozoa rumen dengan jumlah yang berlebih akan merugikan karena protozoa cenderung memangsa bakteri dalam rumen untuk kelangsungan hidupnya. Hal ini diakibatkan karena protozoa tidak memperoleh makanan berupa karbohidrat yang mudah terfermentasi. Dengan adanya defaunasi maka akan menyebabkan aliran protein atau asam amino ke duodenum meningkat.

Defaunasi dapat dilakukan tergantung pada jenis pakan yang diberikan. Menurut Pujiastuti (2009) bila pakan mengandung banyak bahan yang mudah difermentasi atau konsentrat yang proporsinya lebih banyak dibandingkan dengan rumput dan kualitas nutriennya bagus, maka defaunasi tidak perlu dilakukan. Sebaliknya, bila pakan bermutu rendah seperti jerami padi, sabut sawit, daun kelapa sawit, sementara protein mikroba merupakan andalan utama sumber protein induk semang, maka defaunasi akan lebih baik untuk dilakukan.

Upaya untuk menurunkan jumlah protozoa di rumen dilakukan dengan berbagai metode. Penggunaan bahan-bahan yang mengandung zat tertentu seperti saponin dilaporkan mampu menghambat pertumbuhan protozoa. Bahan-bahan yang mampu menghambat pertumbuhan protozoa disebut dengan agen defaunasi.

Saponin merupakan salah satu agen defaunasi. Saponin dapat ditemukan pada banyak tumbuhan seperti daun bunga sepatu, daun papaya dan beberapa daun tanaman leguminosa. Menurut Widyawati, Silalahi dan Astuti (2017), saponin mampu melisiskan protozoa dengan membentuk ikatan yang kompleks dengan sterol yang terdapat pada permukaan membran protozoa.  Populasi protozoa berkurang karena terjadi gangguan pertumbuhan protozoa akibat adanya ikatan antara saponin dengan sterol pada dinding sel permukaan protozoa. Selanjutnya dijelaskan bahwa ikatan tersebut memengaruhi tegangan permukaan membran sel protozoa, yang mengakibatkan meningkatnya permeabilitas dinding sel dan masuknya cairan dari luar sel ke dalam sel protozoa, masuknya cairan dari luar sel mengakibatkan pecahnya dinding sel sehingga protozoa mengalami kematian. Dengan berkurangnya populasi protozoa, maka bakteri rumen diharapkan dapat berkembang sehingga berpengaruh positif pada produktivitas ternak.

 

Referensi:

Pujiastuti, W. 2009. Manipulasi Bioproses dalam Rumen untuk Meningkatkan Penggunaan Pakan Berserat. Wartazoa. 19 (4): 180-190.

Widyawati, S.D., Silalahi, S.F. dan Astuti, I. 2017. Efektivitas Daun Kembang Sepatu sebagai Agensia Defaunasi dalam Pakan Konsentrat Tinggi Menggunakan Jenis Hijauan Berbeda pada Kecernaan Nutrien Kambing Kacang. Jurnal Sains Peternakan. 15 (2): 87-91.

SITUASI PENYAKIT BRUCELLOSIS PADA SAPI PERAH PETERNAKAN RAKYAT DI KABUPATEN BLITAR Dukung Operasi Pasar Disnakkan Kabupaten Blitar Siapkan 2.000 Paket Telur dan Produk Ikan PENTINGNYA VAKSINASI PADA HEWAN PELIHARAAN WASPADAI PENYAKIT BRUCELLOSIS PADA SAPI Kunjungan Kerja Bupati dan Wakil Bupati Blitar Hj. Rini Syarifah, A.Md dan H. Rahmat Santoso, S.H, M.H di Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Blitar
Dinas Peternakan dan Perikanan
Alamat : Jl. Cokroaminoto No.22, Kepanjen Lor, Kec. Kepanjenkidul, Kota Blitar, Jawa Timur 66117
E-mail : | Phone: (0342) 801136