Cegah ASF Masuk Ke Blitar, Disnakkan Kab. Blitar Lakukan KIE Ke Peternak Babi
Oleh : drh. ANDAR YULIANI
BLITAR – Dalam rangka pencegahan masuknya penyakit ASF “African Swine Fever “ di Kabupaten Blitar, Dinas Peternakan Dan Perikanan (Disnakkan) Kabupaten Blitar melalui Sie Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit Hewan P3H melakukan komunikasi informasi dan edukasi (KIE) kepada peternak babi di wilayah Kabupaten Blitar. African Swine Fever (ASF) adalah penyakit pada babi yang sangat menular dan dapat menyebabkan kematian pada babi hingga 100 % sehingga mengakibatkan kerugian ekonomi yang sangat besar. Adapun tanda-tanda klinis penyakit ASF adalah sebagai berikut :
- Kemerahan di bagian perut, dada dan scrotum
- Diare berdarah
- Berkumpul bersama dan kemerahan pada telinga
- Demam (41 derajat Celsius), Konjungtivitis, anoreksia, ataksia, paresis, kejang, kadang2 muntah, diare atau sembelit
- Pendarahan Kulit Sianosis
- Babi menjadi tertekan, telentang, kesulitan bernapas, tidak mau makan.
Sementara penyebaran penyakit ASF dapat melalui :
- Kontak langsung
- Serangga
- Pakaian
- Peralatan peternakan
- Kendaraan
- Pakan yang terkontaminasi
- Pakan sisa (sisa dari rumah makan, hotel )
Populasi babi di Kabupaten Blitar tahun 2020 adalah ± 9.620 ekor dan tersebar di 6 kecamatan yaitu Kecamatan Sutojayan, Wlingi, Srengat, Ponggok, Kademangan dan Gandusari. Disampaikan oleh Kasi P3H Disnakkan Kabupaten Blitar, Drh. Nanang Miftahudin, MM, kepada peternak babi untuk menerapkan biosekuriti dan manajemen peternakan babi yang baik serta pengawasan yang ketat dan intensif serta menghubugi petugas apabila ditemukan ternak babi sakit atau mati. Apabila ditemukan ternak babi sakit disarankan isolasi hewan sakit beserta peralatan. (Drh. Andar Yuliani)