Mengenal Berbagai Macam Rumpun Kambing Indonesia

Senin, 08 Februari 2021

Oleh: Laila Nur Rohma, S.Pt

  1. Kambing Marica

Kambing Marica merupakan hasil adaptasi kambing kacang yang dibudidayakan secara turun-temurun dan berkembang biak di Provinsi Sulawesi Selatan. Wilayah sebarannya berada di Kabupaten Jeneponto dan Kabupaten Maros, Provinsi Sulawesi Selatan. Warna tubuhnya cokelat, hitam dan putih. Memiliki bentuk kepala kecil, telinga kecil dan berdiri tegak dan bertanduk pendek dan kecil.

2. Kambing Peranakan Etawah (PE)

Kambing Peranakan Etawah (PE) merupakan rumpun kambing lokal Indonesia yang telah dibudidayakan secara turun-temurun, sehingga menjadi kekayaan sumber daya genetik ternak lokal Indonesia. Kambing PE mempunyai keseragaman bentuk fisik yang khas dibandingkan dengan kambing asli dan kambing lokal lain. Asal-usul kambing PE yaitu dari hasil persilangan Kambing Etawah India dengan kambing kacang.Warna bulunya kombinasi putih, hitam, dan cokelat. Bentuk profil muka cembung, telinganya panjang dan terkulai, tanduknya melengkung ke belakang, bulu jenggotnya jantan Panjang, sedangkan betina tidak berjenggot, bulu tubuh bagian leher dan pinggul lebih panjang, dan pada jantan bulu lebih panjang mengurai, serta ekornya pendek.

3. Kambing Kacang

Kambing Kacang merupakan salah satu rumpun kambing lokal Indonesia yang mempunyai sebaran asli geografis di sebagian besar wilayah negara Republik Indonesia, dan telah dibudidayakan secara turun-temurun. Kambing Kacang merupakan kekayaan sumber daya genetik ternak lokal Indonesia yang perlu dilindungi dan dilestarikan. Kambing kacang berasal dari Asia Barat yang dibawa oleh pedagang ke Indonesia dan dikembangkan secara turuntemurun oleh masyarakat. Warna bulunya di dominasi warna tunggal putih, hitam, cokelat, atau kombinasi ketiganya. Bentuk kepalanya kecil dan ramping dengan profil wajah lurus. Telinganya sedang, tegak mengarah ke samping. Memiliki tanduk yang melengkung ke belakang. Janggutpada jantan tumbuh bulu dengan baik sedangkan pada betina tidak begitu lebat. Memiliki bulu yang pendek, khusus yang jantan berbulu surai panjang dan kasar sepanjang garis leher sampai ekor. Serta ekornya pendek, kecil dan tegak.

4. Kambing Gembrong

Kambing gembrong merupakan kambing lokal yang dikembangkan di Kabupaten Karangasem, Provinsi Bali. Memiliki wilayah sebaran di Provinsi Bali. Kambing ini memiliki warna bulu dominan warna putih, Sebagian cokelat muda dan hitam. Bentuk kepala ringan dengan profil muka lurus agak cekung. Telinganya sedang, dan terkulai. Jantan dan betina semua memiliki tanduk. Punggungnya datar sampai melengkung, dan arah ke belakang meninggi. Serta memiliki bulu panjang, dan khusus jantan rambut di bagian kepala menutup muka dan telinga.

5. Kambing Lakor

Kambing lakor merupakan salah satu rumpun kambing lokal Indonesia yang mempunyai sebaran asli geografis di Kabupaten Maluku Barat Daya, Provinsi Maluku. Warna tubuh dominan pada kambing lakor yaitu kombinasi warna polos dan belang putih-kehitaman, warna kepala didominasi hitam, dan belang putih, warna sekitar mata umumnya hitam, dan warna telinga mengikuti warna tubuh dominan. Kambing lakor jantan dan betina bertanduk dengan ukuran kecil sampai sedang, mengarah ke atas dan ke belakang. Bentuk telinga panjang dan menggantung. Garis muka cembung. Garis punggung agak cekung. Bentuk ekor bagian pangkal ekor berukuran sedang (4-9 cm).

6. Kambing Kaligesing

Kambing Kaligesing merupakan salah satu galur dari rumpun kambing peranakan Etawah yang mempunyai keunggulan dalam daya adaptasi, daya produksi dan reproduksi yang tinggi. Kambing kaligesing berasal dari wilayah Jawa Tengah. Memiliki postur tubuh besar, tegap dan kokoh. Warna bulunya kombinasi putih-hitam atau putih-coklat. Bentuk kepalanya tegak, profil melengkung/muka cembung. Dengan tanduk kecil melengkung mengarah ke belakang. Bentuk telinganya lebar, panjang, menggantung dan ujungnya melipat. Memiliki ekor pendek dan mengarah ke atas/ke belakang. Kaki belakangnya berbulu lebat dan panjang (gembol).

 

Sumber:

http://bibit.ditjenpkh.pertanian.go.id/jenis-rumpun/kambing

SITUASI PENYAKIT BRUCELLOSIS PADA SAPI PERAH PETERNAKAN RAKYAT DI KABUPATEN BLITAR Dukung Operasi Pasar Disnakkan Kabupaten Blitar Siapkan 2.000 Paket Telur dan Produk Ikan PENTINGNYA VAKSINASI PADA HEWAN PELIHARAAN WASPADAI PENYAKIT BRUCELLOSIS PADA SAPI Kunjungan Kerja Bupati dan Wakil Bupati Blitar Hj. Rini Syarifah, A.Md dan H. Rahmat Santoso, S.H, M.H di Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Blitar
Dinas Peternakan dan Perikanan
Alamat : Jl. Cokroaminoto No.22, Kepanjen Lor, Kec. Kepanjenkidul, Kota Blitar, Jawa Timur 66117
E-mail : | Phone: (0342) 801136