PENTINGNYA VAKSINASI PADA HEWAN PELIHARAAN

Selasa, 09 Maret 2021

Oleh    : drh. Fania Selfiannisa

Vaksinasi merupakan upaya untuk mendapatkan kekebalan agar tubuh menjadi kebal terhadap serangan penyakit yang disebabkan oleh virus dan bakteri. Tingkat perlidungan penyakit didapat dari pelaksanaan vaksinasi secara tepat. Respon tubuh hewan kesayangan akan membentuk zat kebal setelah divaksinasi sehingga dapat melawan mikroorganisme yang menginfeksinya. Secara normal zat kebal akan menurun kadarnya pada masa atau periode tertentu sehingga perlu dilakukan vaksinasi ulang agar kadar zat kebal dalam tubuh hewan kesayangan selalu terjaga.

Saat hewan akan divaksinasi, hewan harus dalam kondisi sehat, karena vaksinasi merupakan suatu tindakan memasukkan bibit penyakit yang dilemahkan dengan tujuan untuk merangsang sistem imun. Kondisi yang sehat secara klinis artinya temperatur tubuh-nya dalam derajat yang normal (antara 38-39,5°C), nafsu makan baik, tidak diare, batuk, bersin, maupun terjangkit parasit seperti cacing dan kutu. Anjing dan kucing juga tidak disarankan untuk dilakukan vaksinasi pada saat kondisi lemah, baru dalam perjalanan jauh, maupun pada saat hamil. Sebelum divaksin ada baiknya bila anjing atau kucing diberikan obat anti endoparasit       ( obat cacing ) atau ektoparasit ( obat kutu ) sehingga anjing dan kucing sudah terbebas dari penyakit cacingan dan penyakit yang disebabkan oleh kutu ( Scabies, Demodex ) serta penyerapan vaksin bisa lebih maksimal bila hewan dalam keadaan sehat.

            Penyakit yang dapat dicegah dengan pemberian vaksin untuk kucing adalah Feline Panleukopenia, Feline Calicivirus, Chlamydia, Rabies Virus

  1. Feline Panleukopenia

Feline panleukopenia atau Feline distemper merupakan penyakit yang penularannya tinggi dan mematikan bagi banyak kucing. Virus distemper mampu bertahan pada suhu dan kelembaban ekstrem selama beberapa bulan dan resisten pada kebanyakan disinfektan. Panleukopenia merupakan penyakit infeksius paling berbahaya pada kucing, yang mampu berkurang semenjak adanya vaksin.

 

  1. Feline Calicivirus

 

Feline calicivirus dan Feline herpesvirus menyebabkan penyakit ISPA pada 80-90% kucing. Kucing dapat terjangkit salah satu atau kedua agen penyakit sekaligus dalam satu waktu. Apabila terinfeksi, virus ini tidak dapat sepenuhnya mati dalam tubuh. Kucing yang terinfeksi akan menjadi carrier, dimana mereka akan seterusnya menyebarkan virus ini dalam waktu yang lama sehingga bisa menulari kucing lain.

 

  1. Chlamydia

            Chlamydia juga juga dikenal dengan sebutan Feline pneumonitis (radang paru-paru pada kucing), penyakit ini biasanya menyebabkan gangguan saluran pernafasan bagian atas yang relatif ringan tetapi kronis (lama). Penyakit ini disebabkan oleh bakteri Chlamydia psitacii. Tanda-tanda utama penyakit ini adalah terjadinya radang/sakit pada mata, disertai cairan kotoran mata berlebihan. Infeksi ini menyebabkan juga pilek, bersin dan kesulitan bernafas yang disebabkan radang paru-paru.

 

  1. Rabies Virus

Rabies merupakan penyakit yang bersifat zoonosis, artinya bisa menular dari hewan ke manusia. Saat ini terdapat beberapa propinsi di Indonesia yang bebas rabies maupun rawan rabies. Penyakit ini menjadi perhatian organisasi kesehatan skala internasional karena dampak yang ditimbulkan.

 

Penyakit yang dapat dicegah dengan pemberian vaksin untuk anjing adalah Distemper, Hepatitis, Parvovirus, Leptospira, Rabies, Parainfluenza, dan Bordotella

  1. Distemper

Penyakit menular dengan tingkat kematian tinggi setelah parvo,disertai gejala utama yakni konjungtivitis, kejang-kejang dan kerusakan saraf.

  1. Canine Hepatitis

Penyakit yang dapat menimbulkan kematian mendadak terutama pada anak anjing dengan gejala seperti diare, demam, tidak nafsu makan, dan pendarahan.

  1. Parvovirus

Penyakit gastro enteritis yang sangat muntah menular dan bersifat mematikan. Gejala utama berupa lemas, tidak nafsu makan, muntah dan diare berdarah.

  1. Leptospirosis

Infeksi bakteri berbentuk spiral yang menyebar keseluruh tubuh, terutama menetap di ginjal kemudian bermultiplikasi dan menyebar melalui urine. Bakteri Leptospira dapat ditularkan ke manusia maupun hewan lain melalui air atau makanan yang tercemar bakteri ini. Anak kecil sangat rentan tertular bakteri Leptospira.

  1. Rabies Virus

Rabies merupakan penyakit yang bersifat zoonosis, artinya bisa menular dari hewan ke manusia. Saat ini terdapat beberapa propinsi di Indonesia yang bebas rabies maupun rawan rabies. Penyakit ini menjadi perhatian organisasi kesehatan skala internasional karena dampak yang ditimbulkan.

  1. Canine Parainfluenza Virus

Penyakit pernapasan yang amat mudah menular dengan gejala seperti meler, demam, batuk dan tidak nafsu makan. Virus ini menyebar dengan cepat terutama di kennel atau tempat shelter anjing.

  1. Bordetella

Kennel cough atau dikenal dengan istilah Infectious tracheobronchitis yaitu penyakit menular yang menyerang saluran pernafasan dari anjing. Bordetella bronchiseptica merupakan penyebab utama dari penyakit ini, walaupun beberapa agen lain dapat menyebabkan penyakit ini antara lain virus parainfluenza atau bakteri mycoplasma.

Setelah dilakukan vaksinasi sebaiknya hewan peliharaan diberi makanan dan minuman yang cukup, dikandangkan di dalam rumah, dianjurkan untuk tidak dimandikan selama satu minggu, dianjurkan untuk tidak melakukan perjalanan jauh, dan diberi vitamin untuk menambah stamina pada tubuh hewan peliharaan.

Untuk efek samping pasca pemberian vaksin pada hewan peliharaan jarang terjadi. Vaksinasi bersifat menstimulasi system imun tubuh hewan untuk memproteksi tubuhnya dari penyakit infeksius. Stimulasi ini dapat mengakibatkan beberapa gejala ringan, seperti rasa sakit pada area suntikan, demam,lemas, berkurang nafsu makan, sedikit flu maupun alergi, namun hal tersebut hanya terjadi selama beberapa jam sampai beberapa hari, tidak lebih dari itu. Jika kondisi pada hewan kesayangan memburuk setelah vaksinasi, segera datangi dokter hewan terdekat.

 

INFOGRAFIS PETERNAKAN SITUASI PENYAKIT BRUCELLOSIS PADA SAPI PERAH PETERNAKAN RAKYAT DI KABUPATEN BLITAR Dukung Operasi Pasar Disnakkan Kabupaten Blitar Siapkan 2.000 Paket Telur dan Produk Ikan PENTINGNYA VAKSINASI PADA HEWAN PELIHARAAN WASPADAI PENYAKIT BRUCELLOSIS PADA SAPI
Dinas Peternakan dan Perikanan
Alamat : Jl. Cokroaminoto No.22, Kepanjen Lor, Kec. Kepanjenkidul, Kota Blitar, Jawa Timur 66117
E-mail : | Phone: (0342) 801136