SITUASI PENYAKIT BRUCELLOSIS PADA SAPI PERAH PETERNAKAN RAKYAT DI KABUPATEN BLITAR

Rabu, 02 Juni 2021

Oleh :

drh. Andar Yuliani ¹

¹ Medik Veteriner Madya

Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Blitar

 

Brucellosis merupakan penyakit hewan menular yang disebabkan oleh bakteri genus Brucella dan bersifat zoonosis. Di Indonesia, brucellosis sering dikenal sebagai penyakit keluron menular. Hewan yang terinfeksi kuman Brucella dapat mengalami gangguan reproduksi seperti abortus, retensi plasenta, orchitis dan epididimitis serta dapat mengekskresikan kuman ke dalam uterus dan susu. Penularan penyakit ke manusia dapat     terjadi melalui konsumsi susu dan produk susu yang tidak dipasteurisasi atau melalui membrana mukosa dan kulit yang luka. Gejala klinis Brucellosis pada manusia yaitu demam intermiten, sakit kepala,  lemah,  arthralgia,  myalgia  dan  turunnya berat badan. Komplikasi penyakit dapat terjadi berupa arthritis, endokarditis, hepatitis granulona, meningitis, orchitis dan osteomyelitis serta dilaporkan dapat pula mengakibatkan abortus pada wanita hamil.

Brucellosis merupakan salah satu penyakit hewan menular strategis (PHMS) yang ada di Indonesia, hal tersebut tercantum dalam Keputusan Menteri Pertanian Republik Indonesia No. 4026/Kpts/OT.140.2013 tanggal 1 April 2013 tentang Penetapan Jenis Penyakit Hewan Menular Strategis (PHMS). Brucellosis mempunyai dampak ekonomi yang sangat besar karena merupakan salah satu faktor penghambat perkembangan populasi. Walaupun mortalitas kecil namun kerugian ekonomi yang disebabkan cukup besar karena adanya keguguran, kematian pedet, sterilitas, infertilitas dan penurunan produksi susu serta turunnya akses pasar baik skala nasional maupun internasional karena penyakit yang bersifat zoonosis. Kerugian ekonomi yang diakibatkan oleh Brucellosis pada ternak ruminansia besar di Indonesia diperkirakan mencapai Rp. 3,6 trilyun per tahun atau bernilai 1,8% dari nilai total aset ternak di Indonesia (Chaerul B. dan Bambang S., 2017).

Gambar 2. Peta Kabupaten Blitar

 

Kabupaten Blitar memiliki potensi peternakan yang sangat besar yaitu mulai dari ternak unggas dan ternak ruminansia. Mendasar data populasi ternak tahun 2020 potensi ternak di Kabupaten Blitar meliputi : ayam ras petelur 19.060.000 ekor, ayam pedaging sebesar 3.353.200 ekor, ayam buras 2.925.300 ekor, ternak ruminansia : sapi potong 151.720 ekor, sapi perah 19.258 ekor, kambing 153.800 ekor (sumber: data statistik Disnakkan Kabupaten Blitar). Dengan potensi peternakan yang besar tersebut tentunya di Kabupaten Blitar tidak luput dari kasus penyakit. Kasus Brucellosis di Kabupaten Blitar masih ditemukan tahun 2018-2020. Pada tahun 2018 hasil surveilans dari UPT Laboratorium Malang Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dinyatakan 5 Positif  RBT, kemudian pada tahun 2019 hasil pengujian sampel pasif di Laboratorium Keswan Dinas Peternakan Dan Perikanan kabupaten Blitar terdapat 21 sampel positif  RBT. Pada tahun 2020 dianggarkan untuk kegiatan surveilans brucellosis. Dari hasil pelaksanaan kegiatan pengamatan penyakit melalui survailans, pencegahan, pengendalian dan penanggulangan Brucellosis pada tahun tahun 2020 sebanyak 1.925 sampel serum dilakukan uji RBT dan menunjukkan positif RBT sebanyak 40 sampel. Dari hasil positif RBT kemudian dilanjutkan uji CFT di Balai Besar Veteriner Wates Jogyakarta dan hasil uji CFT menunjukkan 35 positif CFT yang dapat dilihat pada Tabel 1.

Tabel 1. Hasil Surveilans Brucellosis Dinas Peternakan Dan Perikanan Kabupaten Blitar  Tahun 2020.

No. Kecamatan Desa Jumlah Peternak Jumlah Sampel RBT + RBT – CFT + CFT –
1 Gandusari Krisik 15 119 0 119 0 0
    Wonorejo 1 12 0 12 0 0
    Ringinsari 6 93 1 92 1 0
2 Garum Tawangsari 4 54 1 53 1 0
3 Kesamben Tepas 14 65 0 65 0 0
4 Nglegok Bangsri 1 8 0 8 0 0
    Dayu 3 20 0 20 0 0
    Modangan 20 86 0 86 0 0
5 Ponggok Candirejo 16 109 1 108 1 0
    Maliran 8 61 0 61 0 0
    Langon 6 52 2 50 2 0
    Sidorejo 2 10 0 10 0 0
    Gembongan 6 42 0 42 0 0
6 Srengat Karanggayam 4 40 0 40 0 0
    Purwokerto 3 21 1 7 1 0
    Selokajang 7 104 1 103 1 0
    Ngaglik 21 281 21 260 16 5
7 Sanankulon Bendosari 4 169 4 165 4 0
    Tuliskriyo 1 74 1 73 1 0
    Purworejo 4 86 5 81 5 0
    Sumberjo 5 42 1 41 1 0
    Sumberingin 17 124 1 123 1 0
    Jeding 1 10 0 10 0 0
    Gledug 3 48 0 48 0 0
    Kalipucung 1 23 0 23 0 0
8 Udanawu Sumbersari 10 66 0 66 0 0
9 Wlingi Ngadirenggo 10 65 0 65 0 0
    Nangkan 2 41 0 41 0 0
  Jumlah   195 1.925 40 1.872 35 5

Gambar 3. Distribusi Kasus Brucellosis di Kabupaten Blitar Tahun 2020

PREVALENSI =    Jumlah Kasus pada waktu tertentu

Populasi yang beresiko pada waktu yang sama

 

35    x   100%

1.925

 

= 1,82 %

 

Gambar 4. Kegiatan Pengujian RBT di Laboratorium Keswan Disnakkan Kab. Blitar

Dari data angka prevalensi Brucellosis pada sapi perah di peternakan rakyat di Kabupaten Blitar tahun 2020 sebesar 1,82%. Dalam pedoman pengendalian Brucellosis disebutkan bahwa wilayah tertular ringan adalah wilayah dengan prevalensi < 2%. Dengan demikian, berdasarkan hasil surveilans yang dilakukan, Kabupaten Blitar dapat digolongkan dalam wilayah tertular ringan Brucellosis karena mempunyai prevalensi di bawah 2%, selanjutnya pengendalian Brucellosis terhadap reaktor yang dilakukan uji positif CFT yaitu potong (test and slaughter).

Berhasilnya setiap program pengendalian pemberantasan penyakit zoonosis harus mempertimbangkan metode efektif untuk mengurangi dan menghentikan transmisi agen, mengutamakan kajian epidemiologi, melakukan surveilans, dan menyediakan informasi untuk melihat perubahan yang terjadi. Surveilans aktif dapat digunakan untuk mengetahui prevalensi dan faktor resiko terjadinya penyakit. Surveilans aktif dan pasif yang dilakukan secara rutin merupakan syarat dasar pembebasan suatu penyakit hewan menular (Sumiarto, 2010).

Guna mendukung program pembebasan Brucellosis di Indonesia tahun 2025, maka diperlukan perhatian dan upaya lebih keras dari seluruh pihak yang terkait untuk melakukan pencegahan, pengendalian dan pemberantasan Brucellosis pada sapi di Kabupaten Blitar. Demikian sedikit gambaran situasi Penyakit Brucellosis yang ada di Kabupaten Blitar, semoga hal ini dapat menjadi bahan evaluasi agar kegiatan ke depan lebih maksimal hasilnya.

INFOGRAFIS PETERNAKAN SITUASI PENYAKIT BRUCELLOSIS PADA SAPI PERAH PETERNAKAN RAKYAT DI KABUPATEN BLITAR Dukung Operasi Pasar Disnakkan Kabupaten Blitar Siapkan 2.000 Paket Telur dan Produk Ikan PENTINGNYA VAKSINASI PADA HEWAN PELIHARAAN WASPADAI PENYAKIT BRUCELLOSIS PADA SAPI
Dinas Peternakan dan Perikanan
Alamat : Jl. Cokroaminoto No.22, Kepanjen Lor, Kec. Kepanjenkidul, Kota Blitar, Jawa Timur 66117
E-mail : | Phone: (0342) 801136