Bakti Sosial Sterilisasi Kucing Jantan Dalam Rangka Peringatan World Rabies Day 2021 Di Kabupaten Blitar
Andar Yuliani1
1 Medik Veteriner Madya Dinas Peternakan Dan Perikanan Kab. Blitar.
*Penulis Korespondensi: andaryuliani@gmail.com
Dalam rangka peringatan Hari Rabies Sedunia (World Rabies Day) WRD 2021, Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Blitar bekerjasama dengan Perhimpunan Dokter Hewan Cabang Jatim VIII menyelenggarakan giat bakti sosial sterilisasi kucing jantan atau sering disebut dengan istilah kastrasi atau kebiri. Kastarasi atau orchiectomy adalah suatu tindakan pembedahan untuk mengangkat (menghilangkan) testis. Prosedur ini dilakukan salah satunya untuk mencegah over populasi hewan. Misalnya, untuk mengontrol populasi kucing liar (stray cat). Kastrasi dapat menurunkan populasi hewan karena dengan demikian hewan jantan menjadi steril atau mandul. Selain itu, kastrasi dapat membuat hewan lebih tenang, mengurangi sifat menjelajah, dan mengurangi kebiasaan kencing sembarangan (spraying). Dari target 20 ekor kucing yang akan dikastrsi terlaksana 20 ekor dengan jadwal pelaksanaan yang berbeda. Pelaksanaan kegiatan kastrasi di lakukan di Klinik Hewan Disnakkan Kabupaten Blitar pada tanggal 26 September 2021 sejumlah 17 ekor dan pada tanggal 6 Oktober 2021 sejumlah 3 ekor.
Kata Kunci : Kastrasi, kucing, Hari Rabies Sedunia, WRD, Disnakkan Kab. Blitar.
PENDAHULUAN
Dalam rangka memperingati Hari Rabies Sedunia (World Rabies Day) tahun 2021 Dinas Peternakan Dan Perikanan Kabupaten Blitar (Disnakkan Kab. Blitar) bekerja sama dengan Perhimpunan Dokter Hewan Cabang Jatim VIII (PDHI Jatim VIII) menyelenggarakan acara peringatan Hari Rabies Sedunia. Salah satu kegiatan dalam peringatan WRD 2021 yaitu bakti sosial sterilisasi kucing jantan dengan teknis kastrasi.
Kastarasi atau orchiectomy adalah suatu tindakan pembedahan untuk mengangkat (menghilangkan) testis. Prosedur ini dilakukan salah satunya untuk mencegah over populasi hewan.
Sterilisasi kucing jantan selain untuk mengendalikan populasi, juga bermanfaat untuk menyehatkan tubuh kucing dan memperpanjang kualitas hidupnya. Kucing dewasa hobi berkeliaran, tidak mau tinggal di dalam rumah seperti usia ketika anak-anak, melakukan spraying atau menyemprotkan urin untuk menandai wilayah, juga berkelahi dengan pejantan saingan. Salah satu tujuan sterilisasi pada hewan kucing adalah meningkatkan kualitas hidup kucing dan menghindarkannya terkena berbagai macam penyakit. Ketika kucing jantan berhenti memproduksi hormon testosteron, maka perilaku kucing akan menjadi jinak. Ia tak memiliki hasrat bersaing dengan pejantan lain sehingga tak memiliki keinginan juga untuk keluar rumah dan berkelana jauh dari rumah. Ketika kucing jantan memilih untuk diam di sekitar rumah, maka kucing akan terhindar dari berbagai ancaman kesehatan. Seperti luka akibat perkelahian, penularan kutu, penularan cacing, juga penularan virus yang mematikan.
MATERI DAN METODE
Tempat dan penanganan operasi steril dilakukan di Klinik hewan Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Blitar, Jl. Cokroaminoto Nomor 22 Blitar, pada tanggal 26 September 2021 sejumlah 17 ekor dan pada tanggal 6 Oktober 2021 sejumlah 3 ekor sehingga jumlah total kucing peserta sterilisasi yaitu 20 ekor.
Metode sterilisasi kucing jantan menggunakan teknik pembedahan yaitu kastrasi. Teknik kastrasi pada kucing jantan dilakukan dengan memberikan premedikasi atropin sulfas 0,02mg/kg berat badan dan acetyl promazine 0,1 mg/kg BB. Selanjutnya kucing dianestesi dengan ketamin dosis 10 mg/kg BB (Lumley et.al 1990, Sardjana dan Kusumawati, 2004).
Scrotum dibuka pada bagian median dan diinsisi testis dibagian sinister dan dexter, selanjutnya dikeluarkan dan diligasi pada bagian spermatic cord kemudian dipotong (Harvey et al 1990; Sardjana dan Kusumawati 2011). Setelah kedua testis diambil diberikan antibiotik dan sayatan pada bagian scrotum dilakukan penjahitan.
HASIL DAN PEMBAHASAN
Berdasarkan dafta peserta kegiatan sterilisasi kucing yang terdaftar 20 ekor dan terealisasi sejumlah 20 ekor. Metode sterilisasi menggunakan teknik kastrasi. Teknik kastrasi merupakan teknik pembedahan untuk mengangkat kedua testis unuk membuat kucing menjadi steril sehingga kucing jantan tidak dapat membuntingi kucing betina, dengan demikian populasi kucing yang cepat perkembangbiakannya akan dapat dikendalikan.
Dengan tindakan pembedahan dan pengangkatan kedua testis dimaksudkan untuk membuat hewan bersangkutan tidak lagi mengalami birahi karena sumber hormon yang menyebabkan kondisi birahi sudah tidak ada sehingga faktor kegaduhan akibat perkawinan yang dilakukan tidak terjadi dan kucing yang sudah dikastrasi cenderung jinak, nafsu makan meningkat dan memacu pertumbuhan berat badan (Partodihardjo, 1982).
Biaya sterilisasi di Klinik Hewan Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Blitar, mendasar Peraturan Daerah Kabupaten Blitar Nomor 02 Tahun 2018 tentang Retribusi jasa usaha yaitu sebesar Rp. 450.000,- per ekor, sehingga jumlah tersebut sangat memberatkan pemilik kucing dengan kondisi ekonomi kurang mampu. Dengan adanya kegiatan baksos seperti ini sangat dinantikan oleh penyayang hewan kucing.
KESIMPULAN
- Telah dilakukan kegiatan bakti sosial sterilisai kucing jantan sejumlah 20 ekor dalam rangka peringkatan Hari Rabies Sedunia tahun 2021 di klinik Hewan Dinas Peternakan Dan Perikanan Kabupaten Blitar.
- Salah satu tujuan sterilisasi pada kucing adalah dapat meningkatkan kualitas hidup kucing dan menghindarkannya terkena berbagai macam penyakit. Ketika kucing jantan berhenti memproduksi hormon testosteron, maka perilaku kucing akan menjadi jinak.