Cegah Brucellosis Pada Sapi Perah, Disnakkan Kab. Blitar Lakukan Vaksinasi

Rabu, 22 Desember 2021

Oleh : drh. ANDAR YULIANI

BLITAR – Pada hari Rabu 1 Desember 2021 Tim Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Kabupaten Blitar yang terdiri atas Medik dan Paramedik Veteriner dibantu dengan tim KUD Semen melaksanakan kegiatan vaksinasi brucellosis pada sapi perah peternakan rakyat di wilayah Kecamatan Gandusari tepatnya di Desa Krisik Kabupaten Blitar. Program pengendalian dan pemberantasan brucellosis telah dilakukan oleh pemerintah dengan program vaksinasi dan potong bersyarat (test and slaughter) .Pada Tahun ini Kabupaten Blitar mendapatkan target vaksinasi brucellosis sebanyak 700 dosis dari Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur.

Berdasarkan data statistik Dinas Peternakan dan Perikanan, Kabupaten Blitar memiliki potensi peternakan yang sangat besar yaitu mulai dari ternak unggas dan ternak ruminansia. Mendasar data populasi ternak tahun 2020 potensi ternak di Kabupaten Blitar meliputi : ayam ras petelur 19.060.000 ekor, ayam pedaging sebesar 3.353.200 ekor, ayam buras 2.925.300 ekor, ternak ruminansia : sapi potong 151.720 ekor, sapi perah 19.258 ekor, kambing 153.800 ekor (sumber: data statistik Disnakkan Kabupaten Blitar). Dengan potensi peternakan yang besar tersebut tentunya di Kabupaten Blitar tidak luput dari kasus penyakit. Kasus Brucellosis di Kabupaten Blitar masih ditemukan tahun 2018-2020. Pada tahun 2018 hasil surveilans dari laboratorium Provinsi Jawa Timur yang berada di Malang dinyatakan 5 Positif  RBT, kemudian pada tahun 2019 hasil pengujian sampel pasif di Laboratorium Keswan Dinas Peternakan Dan Perikanan Kabupaten Blitar terdapat 21 sampel positif  RBT. Pada tahun 2020 dianggarkan untuk kegiatan surveilans brucellosis. Dari hasil pelaksanaan kegiatan pengamatan penyakit melalui survailans, pencegahan, pengendalian dan penanggulangan Brucellosis pada tahun tahun 2020 sebanyak 1.925 sampel serum dilakukan uji RBT dan menunjukkan positif RBT sebanyak 40 sampel. Dari hasil positif RBT kemudian dilanjutkan uji CFT di Balai Besar Veteriner Wates Jogyakarta dan hasil uji CFT menunjukkan 35 positif CFT. Dari data angka prevalensi Brucellosis pada sapi perah di peternakan rakyat di Kabupaten Blitar tahun 2020 sebesar 1,82%. Mendasar pedoman penanganan brucellosis apabila prevalensi kurang dari 2% maka dilakukan” tes and slauther”. Sehubungan tidak adanya kompensasi terhadap ternak positif uji CFT untuk dilakukan potong paksa, peternak enggan untuk melakukan pemotongan.

Tim Vaksinasi Disnakkan dan KUD Semen

Apa itu brucellosis? Brucellosis merupakan penyakit zoonosis yaitu penyakit pada hewan yang dapat menular ke manusia. Brucellosis awalnya merupakan penyakit reproduksi pada hewan yang disebabkan oleh bakteri genus Brucella sp. Berbagai varietas hewan dapat terinfeksi species Brucella, seperti sapi (Brucella abortus), kambing (B. melitensis), domba (B. ovis), babi (B. suis), anjing (B. canis) dan rodensia (B. neotomae). Brucellosis pada sapi menyebabkan terjadinya abortus (keguguran) yang bersifat temporer atau permanen, kematian pedet baru lahir (stillbirth), gangguan reproduksi (infertilitas dan sterilitas), penurunan produksi susu, plasentitis, orchitis, epididimitis (Corbel 1997) serta mampu mengekskresikan kuman ke dalam uterus dan susu. Pada ternak jantan, dapat  menyebabkan orchitis dan infeksi kelenjar asesorius.

Belum ada pengobatan yang efektif terhadap brucellosis. Pencegahan penyakit brucellosis ditujukan kepada tindakan sanitasi dan tata laksana. Sisa –sisa abortus yang bersifat infeksius disuci hamakan dengan membakar fetus dan plasenta, vagina yang mengeluarkan cairan harus diirigasi (disinfektan/antibiotik) selama 1 minggu. Hindari perkawinan antara pejantan dengan betina yang mengalami keluron. Apabila perkawinan dengan teknik inseminasi buatan, gunakan plastik sheet sekali pakai dan pada inseminasi gun dilakukan desinfeksi. Apabila memasukkan ternak baru yang tidak punya sertifikat “bebas brucellosis” dilakukan  dua kali uji serologis dengan waktu 30 hari dengan hasil negatif. (drh. Andar Yuliani)

ANALISIS KELAYAKAN PENDIRIAN PABRIK PEMBIBITAN SAPI POTONG DI BLITAR JAWA TIMUR, LITERATUR RIVIEW MEMILIH DAGING YANG AMAN DAN SEHAT Cegah Brucellosis Pada Sapi Perah, Disnakkan Kab. Blitar Lakukan Vaksinasi MENGENAL ESTRUS (BIRAHI) PADA TERNAK RUMINANSIA BUDIDAYA JANGKRIK PADA KEMITRAAN DI KABUPATEN BLITAR
Dinas Peternakan dan Perikanan
Alamat : Jl. Cokroaminoto No.22, Kepanjen Lor, Kec. Kepanjenkidul, Kota Blitar, Jawa Timur 66117
E-mail : | Phone: (0342) 801136