Uji Swab Test Higienis Sanitasi Di Rumah Potong Hewan Disnakkan Kabupaten Blitar
Oleh : drh. ANDAR YULIANI
BLITAR- Daging adalah salah satu produk peternakan yang dihasilkan dari usaha pemotongan hewan. Semakin tinggi permintaan masyarakat terhadap daging sapi menyebabkan intensitas pemotongan meningkat. RPH adalah lembaga yang menjamin ketersediaan daging sapi bagi konsumen, baik kuantitas maupun kualitas. Oleh karena itu, RPH sangat diperlukan untuk menjamin kualitas daging secara aman, sehat, utuh, dan halal (ASUH).

Kualitas dan keamanan daging yang dihasilkan salah satunya ditentukan oleh pelaksanaan penyediaan daging di RPH. Tahapan pemotongan hewan di RPH dapat menyebabkan pencemaran secara fisik, biologi, dan mikrobiologi terhadap daging, terutama pada tahapan pengeluaran jeroan. Proses penanganan ternak dan daging di RPH yang kurang baik dan tidak memperhatikan factor-faktor higienis sanitasi maka dapat berdampak pada mutu, kehalalan, dan keamanan daging yang dihasilkan.

Higienis Sanitasi peralataan RPH juga harus diperhatikan. Cara cepat untuk mendeteksi hieginis sanitasi peralatan di RPH yaitu dengan menggunakan teknis uji swab tes. Teknis pengujian ini cepat dan akurat memantau kebersihan permukaan peralatan di RPH untuk membantu memastikan kualitas produk dengan mendeteksi residu protein yang tertinggal setelah pembersihan. Cara kerja alat yaitu cukup usap permukaan, lepaskan reagen, dan jika ada residu protein, maka reagen akan berubah menjadi ungu. Ada 4 warna indikator yaitu hijau, abu-abu, ungu dan hitam. Semakin banyak kontaminasi, semakin cepat dan lebih gelap warnanya berubah menjadi ungu. Dengan penerapan pengujian higienis sanitasi peralatan RPH secara berkala maka dengan cepat tervalidasi kebersihan permukaan peralatan RPH. (drh. Andar Yuliani)