KUCING ANDA MENGALAMI GANGGUAN BUANG AIR KECIL ATAU SUSAH PIPIS ??? AYOO BAWA KE PUSKESWAN SRENGAT

Senin, 08 Februari 2021

Oleh : drh. Binti Khopsoh

Kucing merupakan hewan kesayangan yang dipelihara oleh manusia, yang telah menjadi bagian kehidupan baik sebagai teman ataupun sebagai hewan penjaga. Menurut (Suwed dan Budiana.,2006) bahwa kucing memiliki hubungan dekat dengan manusia sejak ribuan tahun yang lalu melalui proses domestikasi. Kucing merupakan hewan carnivora atau pemakan daging, namun kadangkala pemilik hewan memberikan pakan yang kurang seimbang nutrisinya. Nutrisi pakan kucing yang tidak seimbang bisa menyebabkan berbagai penyakit, salah satunya adalah penyakit urolithiasis atau penyakit yang disebabkan oleh adanya pembentukan sedimen (endapan) berupa kristal atau batu di saluran kemih (Buffington,2001). Kondisi ini seringkali dialami oleh kucing muda, bisa jantan atau betina, namun menurut Handayani (2009) kejadian ini sering terjadi pada kucing jantan. Karena uretranya panjang (Polzin, 2011).

Gejala klinis penyakit ini adalah merejan, frekuensi buang air kecil yang sering tetapi jumlah urin yang dikeluarkan cuma sedikit, kucing menjadi pendiam, nafsu makan hilang hingga menunjukkan gejala muntah dan menurut Wakidi (2003) kucing mengalami kesulitan urinasi (pipis) serta adanya darah dalam urin akibat gesekan batu dalam vesica urinaria atau saluran kemih. Kucing yang mengalami gejala klinis seperti itu apabila dibiarkan kucing tidak bisa kencing sama sekali karena adanya sumbatan sedimen atau endapan dalam saluran kencingnya. Menurut Polzin (2011) kucing yang diraba bagian perut belakang akan teraba kandung kemih yang membesar dan keras seperti bola.

Kucing yang diberikan pakan kering terus menerus akan meningkatan penyerapan magnesium dan mineral – mineral lainnya. Pakan kering banyak mengandung ion ion yang bersifat basa. Urin yang bersifat basa akan membuat ion magnesium, fosfat dan amonium mengkristal membentuk kristal struvit. Kristal ini akan menyebabkan sumbatan pada saluran kencing dan luka. Hal tersebut dapat menyebabkan keradangan sehingga membengkak.

Apabila kucing atau hewan kesayangan anda mengalami gejala klinis atau hal tersebut ayo segera dibawa ke puskeswan Srengat atau dokter hewan terdekat untuk segera dilakukan terapi pemasangan kateter (alat untuk mengeluarkan urin), pemberian obat untuk menghancurkan sedimen atau endapan serta pemberian diet pakan khusus. Nomer call center puskeswan srengat yang bisa dihubungi melalui WA, SMS, Telp adalah +6285212572500 yang beralamat di Kompleks Rph & Puskeswan Srengat Rt 04 / Rw 03 Kelurahan Kauman Kecamatan Srengat Kabupaten Blitar.

 

Refferensi :

Buffington,C.A.T. 2001. Managing common chronic lower urinary tract disorders of cats. Am.J.Vet.Med. pp :282-285

Handayani, S.W. 2009. Evaluasi klinis Urolithiasis pada kucing jantan lokal. Tesis. Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta

Polzzin, D.J. 2011. Nephrology and Urology of small animal: Canine and Feline Urolithiasis : Diagnosis, Treatment and Prevention. Willey-Blackwell, London.pp: 687-709

Suwed, M.A dan N.S. Budiana. 2006. Membiakkan kucing ras. Penebar Swadaya Jakarta

 

SITUASI PENYAKIT BRUCELLOSIS PADA SAPI PERAH PETERNAKAN RAKYAT DI KABUPATEN BLITAR Dukung Operasi Pasar Disnakkan Kabupaten Blitar Siapkan 2.000 Paket Telur dan Produk Ikan PENTINGNYA VAKSINASI PADA HEWAN PELIHARAAN WASPADAI PENYAKIT BRUCELLOSIS PADA SAPI Kunjungan Kerja Bupati dan Wakil Bupati Blitar Hj. Rini Syarifah, A.Md dan H. Rahmat Santoso, S.H, M.H di Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Blitar
Dinas Peternakan dan Perikanan
Alamat : Jl. Cokroaminoto No.22, Kepanjen Lor, Kec. Kepanjenkidul, Kota Blitar, Jawa Timur 66117
E-mail : | Phone: (0342) 801136