Pemanfaatan Limbah Kulit Kakao untuk Pakan Ternak

Senin, 08 Februari 2021

Oleh: Laila Nur Rohma, S.Pt

Kabupaten Blitar merupakan salah satu wilayah produsen kakao terbesar di Jawa Timur. Bahkan hal ini juga menjadi suatu daya tarik wisatawan tersendiri. Coklat yang biasa kita makan sebagai pelengkap kue maupun makanan lainnya berasal dari biji kakao yang telah melalui pengolahan. Buah kakao hanya dimanfaatkan bijinya saja untuk menghasilkan coklat, sedangkan kulit buahnya menjadi limbah yang tidak termanfaatkan. Kulit kakao mempunyai persentase terbesar dengan lebih dari 70% dari total berat buah kakao. Sehingga kulit kakao sangat berpotensi untuk dimanfaatkan misalnya sebagaialternatif pengganti serat pada pakan ruminansia. Ditinjau dari segi kandungan nutrisinya kulit buah kakao dapat dijadikan sebagai pakan ternak karena mengandung protein kasar 6,8-11,71%, serat kasar 20,79%, lemak 11,80%, BETN 34,90% NDS 55,30-73,90% dan ADS 38,31-58,98% (Puastuti dan Susana, 2014).

Disamping potensi yang dimiliki oleh kulit kakao, ternyata ada hal yang perlu diperhatikan sebelum menjadikannya alternatif pengganti serat pada pakan ruminansia. Kulit kakao mengandung senyawa antinutrisi yaitu lignin, tanin dan theobromine. Kekurangan lain dari kulit kakao adalah kandungan airnya yang tinggi sehingga tidak dapat disimpan dalam waktu terlalu lama. Berdasarkan hal-hal tersebut maka kulit kakao memerlukan pengolahan terlebih dahulu sebelum digunakan sebagai alternatif pakan ternak melalui teknik fermentasi. Prosesnya:

  1. Persiapan bahan

Bahan yang perlu disiapkan yaitu kulit kakao yang telah dicacah dan dilayukan, inkulum bakteri asam laktat, bahan stimulan yang berfungsi membantu pertumbuhan bakteri asam laktat (misalnya molases), serta bahan inhibitor untuk menghambat pertumbuhan bakteri pembusuk.

  1. Pencampuran seluruh bahan hingga homogen.
  2. Pengemasan dalam kantong plastik sekitar 5 kg/kemasan kemudian di inkubasi selama 21 hari.

 

 

Referensi:

Puastuti, W. dan Susana, I.W.R. 2014. Potensi dan pemanfaatan kulit buah kakao sebagai pakan laternatif ternak ruminansia. WARTAZOA. 24 (3): 151-159.

SITUASI PENYAKIT BRUCELLOSIS PADA SAPI PERAH PETERNAKAN RAKYAT DI KABUPATEN BLITAR Dukung Operasi Pasar Disnakkan Kabupaten Blitar Siapkan 2.000 Paket Telur dan Produk Ikan PENTINGNYA VAKSINASI PADA HEWAN PELIHARAAN WASPADAI PENYAKIT BRUCELLOSIS PADA SAPI Kunjungan Kerja Bupati dan Wakil Bupati Blitar Hj. Rini Syarifah, A.Md dan H. Rahmat Santoso, S.H, M.H di Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Blitar
Dinas Peternakan dan Perikanan
Alamat : Jl. Cokroaminoto No.22, Kepanjen Lor, Kec. Kepanjenkidul, Kota Blitar, Jawa Timur 66117
E-mail : | Phone: (0342) 801136