BUDIKDAMBER: Alternatif Potensial Perikanan Budidaya dan Ketahanan Pangan di Masa Pandemi
Oleh; Endah Pramesti, S.Pi
Pemberlakuan kebijakan PPKM masih terus dilakukan sebagai upaya memutus rantai penyebaran Covid-19. Akibatnya, terjadi pembatasan aktivitas masyarakat yang berdampak pada melemahnya perekonomian masyarakat. Salah satu alternatif untuk menguatkan ketahanan pangan masyakat khususnya di bidang perikanan budidaya adalah teknik budidaya dalam ember. Menurut Saputri dan Dessy ( 2020), Budikdamber (Budidaya Ikan Dalam Ember) adalah membudidayakan ikan dan sayuran dalam satu ember dengan sistem Akuaponik (Polikultur Ikan dan sayuran). Budikdamber merupakan teknik budidaya yang memadukan antara ikan dan sayuran serta buah-buahan. Teknik ini dapat dilakukan oleh masyarakat yang tinggal di pedesaan maupun di perkotaan dengan memanfaatkan lahan pekarangan yang tidak terlalu luas.. Selain itu, teknik “Budikdamber” tidak hanya menggunakan ikan lele saja, namun juga dapat menggunakan ikan yang memiliki karakteristik tahan dengan oksigen rendah seperti nila hitam, patin, sepat, betok, gabus dan gurame.
Menurut Perwitasari (2019), Budidaya ikan dalam ember (Budikdamber) dibuat dengan rancangan hemat air. Ember yang digunakan berukuran 80 Liter dengan diisi air 50 cm atau sebanyak 60 Liter air. Padat penebaran yang diterapkan di media budikdamber umumnya adalah 1 ekor / liter. Pegecekan parameter kualitas air secara berkala dalam media Budikdamber juga perlu diperhatikan untuk keberhasilan teknik Budikdamber ini. Selain itu, padat penebaran dapat berpengaruh nyata terhadap laju pertumbuhan spesifik, produksi dan rasio konversi pakan. Budidaya ikan dalam ember “budikdamber” menjadi salah satu strategi untuk memperkuat ketahanan pangan ditengah pandemi seperti saat ini. Teknik Budikdamber juga menjadi salah satu alternatif potensial bagi budidaya perikanan di lahan yang sempit dengan penggunaan air yang lebih hemat, mudah dilakukan masyarakat di rumah masingmasing dengan modal yang relatif kecil serta akhirnya mampu mencukupi kebutuhan gizi masyarakat.
Budidaya ikan dalam ember “budikdamber” bisa menjadi solusi potensial bagi budidaya perikanan di lahan yang sempit dengan penggunaan air yang lebih hemat, mudah dilakukan masyarakat di rumah masing – masing. Hal tersebut sejalan dengan modal yang dibutuhkan juga relatif lebih kecil jika dibandingkan dengan teknik budidaya ikan secara konvensional. Selain itu, teknik budidaya Budikdamber mampu memperkuat ketahanan pangan keluarga karena masyarakat tidak hanya melakukan budidaya ikan lele namun juga dapat bercocok tanam seperti sayuran kangkung atau sawi secara Aquaponik.
Referensi:
Perwitasari, Dyah Ayu. 2019. Penerapan Sistem Akuaponik (Budidaya Ikan Dalam Ember) Untuk Pemenuhan Gizi Dalam Mencegah Stunting Di Desa Gending Kabupaten Probolinggo. Jurnal Abdi Panca Marga, Vol.1(1):
Saputri, S. A. D, Dessy R. 2020. Budidaya Ikan Dalam Ember: Strategi Keluarga Dalam Rangka Memperkuat Ketahanan Pangan Di Tengah Pandemi Covid-19. Jurnal Ilmu Pertanian Tirtayasa, 2(1): 102-109