Strategi Eksistensi Budidaya Ikan Hias Koi di Kabupaten Blitar

Senin, 15 Februari 2021

Oleh: Endah Pramesti, S.Pi

Kabupaten Blitar dengan maskot ikan koi, semakin hari semakin di kenal sebagai salah satu kawasan dengan produksi ikan koi terbaik yang sudah di kenal di kancah nasional maupun internasional. Data Statistik Tahunan Kabupaten Blitar menunjukkan bahwa Kabupaten Blitar memiliki potensi besar untuk terus mengembangkan perikanan budidaya ikan hias khususnya ikan koi. Dengan potensi usaha dan permintaan konsumen yang terus mengalami peningkatan, tidak menutup kemungkinan akan menjadi celah dimana kawasan lain di luar Kabupaten Blitar turut meng-cloning usaha produksi ikan koi tersebut. Semakin banyaknya kawasan lain yang meniru usaha produksi ikan hias koi, maka hal tersebut akan sejalan dengan semakin banyaknya kompetitor yang berdampak kepada melemahnya permintaan ikan hias koi di kabupaten Blitar. Salah satu strategi yang bisa dilakukan untuk terus mempertahankan eksistensi Kabupaten Blitar adalah dengan meningkatkan Branding dengan adanya jaminan kualitas mutu ikan koi di kabupaten blitar.

Konsep tentang mutu tidaklah mudah untuk dirumuskan, sebab kepuasan konsumen terhadap barang dan jasa termasuk pelayanan bukan hanya berkaitan dengan hal-hal yang rasional melainkan juga emosional karena menyangkut perasaan. Demikian pula dengan produk ikan hias khususnya Koi, konsumen bukan hanya memilih benih yang baik melainkan juga berkualitas, penampilan ikan yang bagus, bersih dan memiliki jaminan mutu yang baik. Salah satu upaya untuk meningkatkan mutu dan kepercayaan konsumen terhadap produk perikanan budidaya adalah CPIB dan CBIB.

Menurut Murti (2020), CPIB merupakan pedoman dan tata cara mengembang – biakkan (pembenihan) ikan dengan cara melakukan manajemen induk, pemijahan, penetasan telur dan pemeliharaan larva atau benih dalam lingkungan yang terkontrol, melalui penerapan teknologi yang memenuhi kriteria dan persyaratan teknis, manajemen, keamanan pangan dan lingkungan. Untuk mendapatkan sertifikat CPIB harus mengikuti prosedur yang ditetapkan di PERMEN-KP no. 13 tahun 2016. Sertifikat CPIB memiliki masa berlaku antara 2 – 4 tahun tergantung dari nilai kelulusan pada saat pemeriksaan lapangan. Kewajiban orang yang memiliki Unit Pembenihan Ikan yang telah memiliki sertifikat CPIB adalah menjaga konsistensi penerapan kriteria dan persyaratan teknis, manajemen, keamanan pangan dan lingkungan. Jika orang yang bersangkutan tidak menjaga konsistensi penerapan kriteria yang telah ditetapkan, maka aka nada sanksi administratif dari surat tertulis sampai dengan pencabutan sertifikat CPIB.

Selain CPIB, salah satu jaminan mutu produk perikanan adalah CBIB. Cara Budidaya Ikan Yang Baik (CBIB) adalah cara memelihara dan/atau membesarkan ikan serta memanen hasilnya dalam lingkungan yang terkontrol sehingga memberikan jaminan mutu dan keamanan pangan dari hasil pembesaran ikan dengan memperhatikan sanitasi, benih, pakan, obat ikan, bahan kimia dan bahan biologis, serta memenuhi persyaratan kesehatan dan kesejahteraan ikan, tanggungjawab lingkungan dan sosial ekonomi. Sertifikat CBIB dikeluarkan oleh Direktur Jenderal Perikanan Budidaya Kementerian Kelautan dan Perikanan bagi unit usaha pembesaran ikan yang menyatakan bahwa unit pembesaran ikan telah memenuhi persyaratan CBIB. prosedur untuk mendapatkan sertifikat CBIB di atur dalam Peraturan Direktur Jenderal Perikanan Budidaya Nomor 65 Tahun 2015. Sama halnya dengan CPIB, masa berlaku antara 2 – 4 tahun tergantung dari nilai kelulusan pada saat pemeriksaan tim Asesor CBIB.

Perikanan budidaya ikan hias koi tidak boleh hanya terfokus kepada produksi ikan, namun juga harus memerhatikan kompetitor yang ada da n kualitas dari ikan itu sendirikarena akan mempengaruhi jumlah permintaan konsumen terhadap produk ikas hias koi yang di budidayakan. Salah satu hal terpenting untuk mempertahankan permintaan sebuah produk, adalah terus berupaya untuk meningkatkan kepuasan konsumen. Penerapan CPIB dan CBIB merupakan bentuk upaya untuk meningkatkan kepercayaan dan kepuasan konsumen produk perikanan budidaya. Dengan diterapkannya CPIB dan CBIB untuk semua unit usaha perikanan budidaya ikan hias koi, diharapkan produksi ikan hias koi dari Kabupaten Blitar mampu bersaing dengan kompetitor lain dan tetap eksis baik pada tingkat nasional maupun internasional.

 

Referensi:

Murti, Ignaz Pradhana Yoga. 2020. Perlindungan Konsumen Melalui Penerapan Secara Kolektif Sertifikat Cara Pembenihan Ikan Yang Baik (CPIB) Mempergunakan Metode Iso 9000 Non-Kontraktual. Skripsi. Fakultas Hukum Universitas Padjadjaran Bandung

 

PERATURAN MENTERI KELAUTAN DAN PERIKANAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 35/PERMEN-KP/2016 TENTANG CARA PEMBENIHAN IKAN YANG BAIK.

 

PERATURAN DIREKTUR JENDERAL PERIKANAN BUDIDAYA NOMOR 65 TAHUN 2015 TENTANG PETUNJUK PELAKSANAAN SERTIFIKASI CARA BUDIDAYA IKAN YANG BAIK

SITUASI PENYAKIT BRUCELLOSIS PADA SAPI PERAH PETERNAKAN RAKYAT DI KABUPATEN BLITAR Dukung Operasi Pasar Disnakkan Kabupaten Blitar Siapkan 2.000 Paket Telur dan Produk Ikan PENTINGNYA VAKSINASI PADA HEWAN PELIHARAAN WASPADAI PENYAKIT BRUCELLOSIS PADA SAPI Kunjungan Kerja Bupati dan Wakil Bupati Blitar Hj. Rini Syarifah, A.Md dan H. Rahmat Santoso, S.H, M.H di Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Blitar
Dinas Peternakan dan Perikanan
Alamat : Jl. Cokroaminoto No.22, Kepanjen Lor, Kec. Kepanjenkidul, Kota Blitar, Jawa Timur 66117
E-mail : | Phone: (0342) 801136