Cacing Sutera Atau Mroto (Dhapnia), Mana Yang Lebih Baik Untuk Benih Ikan?

Oleh; Endah Pramesti, S.Pi

Kendala yang sering di hadapi dalam industri komoditi gurami salah satunya adalah tingginya tingkat kematian pada tahap larva dan benih yaitu hingga 50- 70% serta laju pertumbuhannya yang lambat (Khairuman dan Amri, 2005 dalam karyati et al. 2019). Pemeliharaan larva merupakan fase paling sulit dalam usaha budidaya ikan, karena larva sangat sensitif terhadap kondisi lingkungan dan pakan yang tidak sesuai, pada masa ini pula tingkat mortalitas paling tinggi terjadi. Rully et al (2013), menyebutkan bahwa pakan alami sangatlah penting untuk kelangsungan hidup ikan terutama pada fase benih. Beberapa jenis pakan alami yang sesuai untuk benih ikan air tawar salah satunya adalah cacing sutera (Tubifex sp.)  dan kutu air (Daphnia sp). Didalam memilih pakan alami yang tepat ada tiga prinsip yang harus dipertimbangan yakni tipe atau ukuran pakan, jumlah pakan, dan kandungan nutrisinya. Pakan pada ikan seharusnya mempunyai ukuran yang relatif kecil, mengandung gizi yang cukup untuk kebutuhan larva atau benih, mudah ditelan dan dicerna, dapat menarik perhatian ikan, dan ketersedia dalam jumlah yang cukup.

Menurut Nazhiroh et al. (2019) jenis dan kualitas pakan yang digunakan mempengaruhi pertumbuhan ikan. Gizi yang terkandung cacing sutera sangat baik untuk memacu pertumbuhan larva. Menurut Hariati (2010) cacing sutera mengandung 51,9% protein, 20,3% karbohidrat, 22,3% lemak, dan 5,3% bahan abu. Sementara Daphnia sp. memiliki persentase protein 50% dan lemak 4-5% (Pangkey, 2018). Pertumbuhan ikan dipengaruhi oleh jumlah protein yang terkandung di dalam pakan. Kadar protein yang terkandung di dalam cacing sutera sesuai dengan jumlah protein yang dibutuhkan oleh larva. Cacing sutera yang bersifat autolisis serta mengandung berbagai enzim eksogen yang merangsang pembentukan enzim pencernaan membuat pertumbuhan larva ikan lele dumbo menjadi lebih baik. Menurut Pangkey (2018) Daphnia sp. mengandung beberapa enzim pencernaan yang berfungsi sebagai enzim eksogen untuk membantu kecernaan larva.

Penelitian yang dilakukan oleh Rully et al. 2013, Hasil penelitian tentang laju pertumbuhan benih ikan gurame yang diberi pakan alami cacing sutera yang selanjutnya kita sebut dengan Tubifex dan dan kutu air yang selanjutnya kita sebut dengan Dhapnia, penambahan bobot benih ikan gurame tertinggi didapatkan pada pemberian pakan Tubifex sp. laju pertumbuhan harian tertinggi cenderung terjadi pada Tubifex sp yaitu sebesar 5,64% dan Daphnia sp. sebesar 3,70%. Tubifex lebih mudah dicerna oleh benih ikan gurame, karena tekstur tubuhnya yang lunak memudahkan pemangsaan oleh benih ikan gurame. Daphnia menghasilkan laju pertumbuhan bobot harian yang lebih rendah dari Tubifex. Hal ini diduga karena Daphnia relatif lebih sulit dicerna dibandingan dengan Tubifex. Daphnia sp. memiliki diding tebal dan cangkang tanpa duri sehingga relatif lebih sulit dicerna oleh benih gurame. pada penelitian yang dilakukan oleh Rully et al (2013), Pemberian pakan alami Tubifex sp, Daphnia sp tidak memberikan pengaruh berbeda terhadap kelangsungan hidup benih ikan gurame  Pemberian pakan Tubifex menunjukkan angka yang lebih tinggi, yaitu sebesar 77, 08% dibandingkan dengan pakan Dhapnia yaitu sebesar 72,92%. Hal ini diduga Tubifex memiliki karakteristik hidup di dasar air dan bergerombol sehingga mempermudah benih ikan gurame untuk memangsa Tubifex tanpa mengeluarkan banyak energi untuk mengejar mangsanya.

Cacing sutera tidak memiliki kandungan serat kasar sehingga mudah dicerna untuk larva yang memiliki sistem pencernaan belum sempurna (Suprapto et al. 2012 dalam Prasetya et al. 2020). Cacing sutera mengandung beberapa jenis enzim pencernaan yang berfungsi sebagai enzim eksogen untuk meningkatkan daya cerna larva. Menurut Pangkey (2015 dalam Prasetya et al. 2020) enzim eksogen yang terkandung di dalam cacing sutera dapat mempengaruhi perkembangan kelenjar pencernaan berupa pankreas untuk memproduksi enzim pencernaan di dalam tubuh (Farhoudi et al. 2013 dalam Prasetya et al. 2020). Menurut Tjodi et al. (2016 dalam Prasetya et al. 2020) Daphnia sp. memiliki kandungan enzim pencernaan yang dapat berperan sebagai enzim eksogen bagi larva. Tetapi, Daphnia sp. memiliki kandungan khitin pada bagian luar tubuhnya. Khitin merupakan zat berbentuk kristal dan tidak larut dalam larutan asam kuat sehingga sulit dicerna oleh tubuh . Zat khitin dapat menghambat penyerapan nutrien yang terkandung di dalam pakan. Menurut Rachmawati dan Istiyanto (2013) dalam Prasetya et al. 2020 semakin besar persentase kandungan khitin pada pakan dapat meningkatkan nilai FCR dan menurunkan efisiensi pakan.

Berdasarkan urairan diatas, maka dapat disimpulkan bahwa cacing sutera memiliki kandungan yang lebih baik untuk tumbuh kembang larva ikan. Selain itu, cacing cutera juga memiliki tekstur yang lebih mudah dicerna oleh larva ikan. Namun demikian, perlu diperhatikan bahwa cacing sutera juga berdampak terhadap kualitas air di media hidup larva ikan karena berperan nyata terhadap menurunnya kualitas air di media tersebut. Pemberian pakan alami cacing sutera sebaiknya dilakukan sesuai dengan kadar atau jumlah pakan yang dibutuhkan dan terus dilakukan pengecekan kualitas air secara berkala untuk menunjang tumbuh kembang benih ikan secara maksimal.

 

 

Referensi:

Hariati E. 2010. Potensi Tepung Cacing Sutera (Tubifex sp.) dan Tepung Potensi Tepung Tapioka Untuk Substitusi Pakan Komersil Ikan Patin (Pangasius hypophtalmus). [SKRIPSI]. Universitas Atma Jaya Yogyakarta. Yogyakarta.

Karyati. D, Yudha L. Dhewantara, Armen Nainggolan. 2019. PENINGKATAN KUALITAS PERTUMBUHAN LARVA IKAN GURAME (Osphronemus gouramy) YANG DIBERI CACING SUTRA (Tubifex sp) YANG DI KOMBINASI DENGAN VITAMIN D. Jurnal Satya Minabahari, 04 (02):94-100

Lestari. Tri Ayu , Siti Hudaidah 2 , Limin Santoso. 2020. EFEKTIVITAS DAPHNIA SP. YANG DIBERI PAKAN TEPUNG IKAN UNTUK MENINGKATKAN PERTUMBUHAN DAN TINGKAT KELANGSUNGAN HIDUP LARVA IKAN GURAMI (Osphronemous gouramy). BERKALA PERIKANAN TERUBUK VOL 48 NO 1

Nazhiroh N, Mulyana, Mumpuni FS. 2019. Pengaruh Penambahan Tepung Sp.irulina platensis Dalam Pakan Terhadap Pertumbuhan Dan Efisiensi Pakan Ikan Mas Koki (Carassius auratus). Jurnal Mina Sains 5(1): 50 – 57

Pangkey H, Ngatung JE, Mokolensang JF. 2018. Budi Daya Cacing Sutera (Tubifex sp.) Dengan Sistem Air Mengalir di Balai Perikanan Budidaya Air Tawar (BPBAT) Tatelu, Sulawesi Utara. Jurnal Budidaya Perairan. Vol:5(3) ; 18-22

Prasetya. Oktoviandy Eka Surya 1 , Muarif2 , Fia Sri Mumpuni. 2020. PENGARUH PEMBERIAN PAKAN CACING SUTERA (Tubifex sp.) DAN Daphnia sp. TERHADAP PERTUMBUHAN DAN TINGKAT KELANGSUNGAN HIDUP LARVA IKAN LELE SANGKURIANG (Clarias gariepinus). Jurnal Mina Sains. Vol. 6 (1), ISSN: 2407-9030

Rully Indra T., Dulmi’ad Iriana dan Titin Herawati. 2013. Pengaruh Pemberian Pakan Alami Tubifex sp, Chironomus sp, Moina sp, dan Daphnia sp Terhadap Pertumbuhan Benih Ikan Gurame Padang (Osphronemus gouramy Lac.) Jurnal Perikanan dan Kelautan. Vol. 4 (3):283 – 290

 

Komentar