Meningkatkan Kelulus – Hidupan Ikan dengan Bawang Putih

Selasa, 23 Februari 2021

Oleh: Endah Pramesti. S.Pi

Salah satu indikator keberhasilan dalam pemeliharaan ikan adalah kelangsungan hidup yang tinggi. Rendahnya tingkat kelangsungan hidup disebabkan oleh beberapa faktor, yaitu pakan yang tidak sesuai pada stadium pertumbuhan, serangan penyakit dan kualitas air yang buruk (Prahasta, 2008 dalam Sagarih, 2020). Akan tetapi, jika kualitas air tidak langsung diperbaiki menjadi normal, maka ikan ini akan rentan terhadap infeksi bakteri, jamur dan protozoa. Penyakit ini dapat mengakibatkan kematian terhadap ikan, serta dapat menular dari satu ke lainnya dengan cepat sehingga dapat menyebabkan  kematian masal. Salah satu alternative yang bisa digunakan untuk meningkatkan kelulus-hidupan benih ikan adalah dengan menambahkan ekstrak bawang putih ke dalam pakan ikan.

Mongngarm (2011) dalam Sagarih, (2020) menyebutkan bawang putih (Allium sativum) merupakan tumbuhan yang mengandung karbohidrat tinggi. Bawang putih mengandung inulin 41.72%, yang merupakan substrat selektif untuk satu atau sejumlah mikroflora yang menguntungkan dalam usus ikan dan meningkatkan nutrisi pakan. Mikroflora memiliki mekanisme dalam menghasilkan enzim- enzim pencernaan. Enzim – enzim pencernaan berfungsi untuk menghidrolisis nutrien pakan. Hal ini akan meningkatkan ketersediaaan nutrien yang siap diserap dari saluran pencernaaan untuk masuk kepembuluh darah dan akan diedarkan keseluruh bagian tubuh dan jaringan yang membutuhkan dalam proses metabolisme selanjutnya. Semakin tinggi nutrien pakan yang tecerna, semakin besar pula kemungkinan nutrien tersebut dimanfaatkan oleh ikan untuk pertumbuhannnya dan menurunkan porsi nutrien yang terbuang kelingkungan (Putra 2010 dalam Sagarih, 2020).

Penelitian yang dilakukan oleh Simorangkir et al. 2020, ikan nila yang tanpa diberi perlakuan atau pakan tanpa campuran  ekstrak  bawang  putih  lebih  rentan terhadap  serangan  bakteri V.harveyi dan  lebih  cepat  mati. Selain itu, ekstrak bawang putih yang dicampurkan ke pakan berpengaruh terhadap jumlah leukosit dalam  darah  ikan  sehingga berpengaruh  terhadap  tingkat  kelulus – hidupan  ikan  nila  salin  yang  terserang bakteri V.harveyi. Terdapat kandungan bawang putih yang dapat memicu pertumbuhan sel leukosit dalam darah ikan, yaitu  zat allicin.

Penelitian yang dilakukan oleh Handayani dan Siswanto (2019), berdasarkan analisa data pemberian ekstrak bawang putih pada ikan Nila memberikan pengaruh terhadap nilai survival rate selama masa pemeliharaan. Jika dilihat dari nilai survival rate maka penggunaan ekstrak bawang putih mampu menanggulangi penyakit yang disebabkan oleh bakteri aeromonas hydrophyla hal ini sejalan dengan pendapat Aniputri, et al (2014), yang menyatakan bahwa bawang putih dapat digunakan untuk mengendalikan pathogen, meningkatkan respon imun dan memberikan efek yang positif pada tingkat kelulusan hidup ikan.

Bawang putih, selain sebagai bumbu pokok di dapur ternyata memiliki manfaat sebagai antibiotic baik untuk manusia maupun ikan. Penambahan ekstrak bawang putih mampu meningkatkan kelulus – hidupan benih ikan dimana kandungan dalam bawang putih bekerja sebagai pengendali pathogen dan meningkatkan sistem imun ikan. Selain murah, jumlahnya yang melimpah dan mudah di dapatkan menjadikan bawang putih dapat digunakan sebagai salah satu alternative alami dalam upaya pengendalian hama dan penyakit ikan. Bawang  putih sebagai salah satu tanaman obat terbukti memiliki aktivitas antibakteri terhadap spektrum luas  bakteri Gram positif maupun Gram negatif, sehingga bisa dijadikan antibiotik alami untuk ikan.

 

Referensi:

 

Handayani, Leni. Siswanto. 2019. Penggunaan Ekstrak Bawang Putih untuk Menanggulangi Bakteri Aeromonas hydrophyla yang Menyerang Benih Ikan Nila (Oreochromis niloticus). Jurnal Ilmu Hewani Tropika Vol 8 (2): 93-97

Sagarih, Nirwansyah. 2020. Pemanfaatan Ekstrak Bawang Putih (Allium Sativum) Dalam Pakan Sebagai Probiotik Untuk Benih Ikan Mas (Cyprinus carpio). Skripsi. Program Studi Akuakultur Fakultas Perikanan Universitas Dharmawangsa Medan

Simorangkir. Raynol, Sarjito A. H. Condro Haditomo. 2020. Pengaruh Ekstrak Bawang Putih (Allium Sativum) Terhadap Tingkat Pencegahan Infeksi Bakteri Vibrio Harveyi Dan Kelulushidupan Ikan Nila Salin (Oreochromis Niloticus). Jurnal Sains Akuakultul Tropis:4(2):139-147

SITUASI PENYAKIT BRUCELLOSIS PADA SAPI PERAH PETERNAKAN RAKYAT DI KABUPATEN BLITAR Dukung Operasi Pasar Disnakkan Kabupaten Blitar Siapkan 2.000 Paket Telur dan Produk Ikan PENTINGNYA VAKSINASI PADA HEWAN PELIHARAAN WASPADAI PENYAKIT BRUCELLOSIS PADA SAPI Kunjungan Kerja Bupati dan Wakil Bupati Blitar Hj. Rini Syarifah, A.Md dan H. Rahmat Santoso, S.H, M.H di Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Blitar
Dinas Peternakan dan Perikanan
Alamat : Jl. Cokroaminoto No.22, Kepanjen Lor, Kec. Kepanjenkidul, Kota Blitar, Jawa Timur 66117
E-mail : | Phone: (0342) 801136