Potensi Pasar Ikan Hias Di Masa Pandemi

Selasa, 23 Februari 2021

Oleh: Endah Pramesti. S.Pi

Kabupaten Blitar merupakan salah satu sentral ikan koi di Indonesia. Budidaya ikan koi di Blitar sudah dimulai sejak tahun 1983 dan bertambah maju serta menjadi lahan usaha baru yang sangat menjanjikan bagi pembudidaya ikan dan para investor.Lebih dari 700 pembudidaya di Kabupaten Blitar membudidayakan ikan koi dengan luas areal 20,75 hektar dan tersebar di beberapa kecamatan (Lukita 2012 dalam Baeha, 2019). Blitar sudah dikenal oleh pedagang maupun penggemar sebagai sentra budidaya ikan koi dan telah memiliki pasar yang cukup luas, bahkan untuk wilayah Jakarta, Bandung, Bogor, Surabaya, Semarang dan Bali. Meningkatnya jumlah pembudidaya di Kabupaten Blitar dari tahun ke tahun maka suatu saat pembudidaya akan berhadapan dengan masalah penyaluran hasil usaha budidayanya.

Kriteria Koi yang baik tidak dapat diukur secara pasti, karena Koi adalah salah satu komoditas yang memiliki nilai dari segi keindahan khas dan hanya dapat dinilai secara individual dan asumsi. Koi yang berkualitas tinggi biasanya dapat diukur dari perpaduan warna-warna putih, merah, hitam dan bentuk badannya secara keseluruhan. Dimana tanda-tanda dalam tubuh Koi haruslah seimbang. Pola warna warna putih yang cemerlang pada bagian mulut dan bagian ekornya tanpa ada gradasi kehitam-hitaman, sedangkan untuk bagian kepala membentuk huruf yang ideal. Untuk bentuk badan Koi dapat dilihat pada saat berenang, karena bentuk badan yang sempurna akan berpengaruh langsung pada saat berenang (Ayunawa Freshwater Fish Farm 2008 dalam Baeha, 2019).

Menurut rekapitulasi Informasi Data Statistik Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Blitar, perkembangan produksi ikan hias koi selalu meningkat dari tahun ke tahun. Pada tahun 2018, produksi ikan koi sebesar 226.590.000 ekor dan jika di rupiahkan memperoleh nilai sebesar Rp. 203.931.000. Pandemi Covid-19 yang muncul di awal tahun 2019 menyebabkan produksi ikan koi di Kabupaten Blitar mengalami menurunan dengan jumlah total produksi adalah 217.830.000 ekor. Namun, pada tahun 2020 produksi ikan hias koi kembali mengalami kenaikan dengan jumlah produksi 220.800.000 ekor. Meskipun belum mampu mencapai angka produksi pada tahun 2018, namun dengan jumlah produksi tersebut menunjukkan respon positif bahwa komoditas ikan koi mampu bertahan di tengah kondisi pandemi. Data ini menunjukkan bahwa komoditas ikan hias khusunya ikan hias koi bisa menajdi Salah satu alternatif untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dibidang ekonomi dan penguatan ekonomi masyarakat di masa pandemi.

Dibandingkan dengan perikanan budidaya ikan konsumsi dimana pada tahun 2020 ketika masa pandemi, jumlah produksi perikanan budidaya perairan darat sebanyak 17.290,1 ton. Jumlah ini mengalami penurunan jika dibandingkan dengan produksi perikanan budidaya ikan air tawar tahun sebelumnya yaitu sebesar 18.617,35 ton dan tahun 2018 sebanyak 17.444,05 ton. Perbandingan ini menunjukkan bahwa komoditas ikan hias koi, jika dibandingkan dengan ikan konsumsi, memiliki kemampuan dan ketahanan yang lebih baik di masa pandemi. Penurunan jumlah produksi ikan konsumsi air tawar salah satunya disebabkan karena melemahnya permintaan ikan konsumsi di masa pandemi. Selain itu, pembudidaya juga mengalami kesulitan untuk mendapatkan profit karena harga jual ikan yang terus mengalami fluktuasi. Berbanding terbalik dengan ikan hias, permintaan ikan hias koi terus mengalami peningkatan karena di masa pandemi memaksa banyak kalangan untuk membatasi mobilitas di luar rumah, sehingga masyarakat cenderung mengatasi kejenuhan dengan menyalurkan hobi salah satunya dengan memelihara ikan koi. Menurut penggemar ikan hias, memelihara koi adalah hobi yang menyenangkan dan diyakini dapat mengurangi stress. Selain itu, harga ikan hias juga jauh lebih stabil jika dibandingkan dengan harga ikan konsumsi. Pangsa pasar yang luas dan berbagai kelebihan yang dimiliki dalam budidaya ikan hias menjadikannya sebagai salah satu usaha yang layak untuk terus dikembangkan dan dioptimalkan.

 

Referensi:

Baeha,Syarif Hidayat Tullah . 2019.  Strategi Pengembangan Usaha Sub Sektor Perikanan Budidaya Ikan Hias Koi (Cyprinus Carpio) Di Desa Kemloko Kecamatan Glegok Kabupaten Blitar. Skripsi. Fakultas Pertanian Peternakan Universitas Muhammadiyah Malang

SITUASI PENYAKIT BRUCELLOSIS PADA SAPI PERAH PETERNAKAN RAKYAT DI KABUPATEN BLITAR Dukung Operasi Pasar Disnakkan Kabupaten Blitar Siapkan 2.000 Paket Telur dan Produk Ikan PENTINGNYA VAKSINASI PADA HEWAN PELIHARAAN WASPADAI PENYAKIT BRUCELLOSIS PADA SAPI Kunjungan Kerja Bupati dan Wakil Bupati Blitar Hj. Rini Syarifah, A.Md dan H. Rahmat Santoso, S.H, M.H di Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Blitar
Dinas Peternakan dan Perikanan
Alamat : Jl. Cokroaminoto No.22, Kepanjen Lor, Kec. Kepanjenkidul, Kota Blitar, Jawa Timur 66117
E-mail : | Phone: (0342) 801136