STRATEGI PENCEGAHAN PENYEBARAN PMK KABUPATEN BLITAR
Oleh : drh. LUSIA ADITYANINGTYAS, MM
Dalam pengendalian Penyaki Mulut dan Kuku (PMK), Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Blitar strategi pencehanan penyebaran PMK antara lain :
- Biosecurity
Biosecurity merupakan serangkaian Tindakan yang meliputi :
- Perlindungan pada zona bebas dengan membatasi Gerakan hewan, pengawasan lalu lintas dan pelaksanaan survailance
- Melarang pemasukan dan ternak dari daerah lain, terutama daerah tertular
- Melakukan Tindakan karantina dengan ketat
- Menjaga kondisi ternak dengan manajemen pemeliharaan yang baik
- Meningkatkan sanitasi dan desinfeksi kendang dan sekitarnya secara berkala
Tindakan biosecurity harus diterapkan Bersama-sama dan kompak oleh seluruh masyarakat baik dari unsur Pemerintah maupun petani, peternak dan pengusaha khususnya pengusaha yang terkait bidang peternakan
- Pengobatan
Pengobatan dilakukan oleh tenaga teknis Kesehatan hewan yang terdiri dari Medik veteriner, Paramedik. Selain itu Dinas juga bekerjasama dengan PDHI Jatim VIII dalam pengobatan PMK.
- Vaksinasi

Tujuan vaksinasi ini dilakukan sebagai salah satu upaya pencegahan PMK dengan meningkatkan kekebalan ternak terhadap penyakit PMK.
Vaksinasi PMK dilaksanakan di 22 kecamatan di Kabupaten Blitar dimana terdapat banyak hewan rentan antara lain sapi, kerbau, kambing, domba dan kerbau. Dari 22 kecamatan di kabupaten Blitar telah dilaksanakan vaksinasi pada 184 desa. Vaksinasi massal, cepat dan serentak terhadap hewan rentan akan menjadi kunci pencegahan dan pengendalian Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di Indonesia.
Mengapa vaksinasi sangat penting dilakukan karena akan memberikan kekebalan kepada ternak untuk melawan virus, merupakan salah satu cara mencegah tertular virus dan menurunkan biaya pengobatan ternak.
Untuk menunjang keberhasilan pencegahan penyebaran PMK Dinas Peternakan dan Perikanan Kab. Blitar bekerjasama dengan BBVET Wates dan LAB. Malang dalam hal pemeriksaan laboratories.